Targetkan 22 Orang Ikuti Program KB MOP, DP3APPKB Salatiga Sebut Baru 2 Orang Pria Bersedia Jalani Vasektomi

Targetkan 22 Orang Ikuti Program KB MOP, DP3APPKB Salatiga Sebut Baru 2 Orang Pria Bersedia Jalani Vasektomi

MENYAPA : Kepada DP3APPKB Kota Salatiga Yuni Ambarwati saat menyapa dan mensosialisasikan KB MOP bersama jajarannya di Pasar Cengek, Salatiga, Rabu 26 Februari 2026. Foto : Nena Rna Basri--

BACA JUGA: Santri dan Mahasiswa Dilatih Kewirausahaan Boga dan Barista, Gus Yasin: Dorong Kemandirian Ekonomi

Sebagai informasi, reward bagi pria yang bersedia melakukan program KB MOP di Salatiga pada tahun 2019 itu sebesar Rp1 juta saja. Namun, berjalannya waktu sejak tahun 2022 meningkat menjadi Rp3 juta.

Selain mensosialisasikan KB MOP, DP3APPKB Kota Salatiga juga gencar menyampaikan metode kontrasepsi implan atau susuk, metode kontrasepsi Vasektomi dan tubektomi sekaligus menyampaikan metode kontrasepsi AKDR atau IUD.



Bahkan, melalui mobil penyuluhan DP3APPKB Kota Salatiga menyerukan soal  metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP yaitu metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi dengan tingkat kegagalan yang rendah serta komplikasi dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan metode kontrasepsi yang lainnya.

MKJP merupakan jenis kontrasepsi yang sekali pemakaiannya dapat bertahan selama 3 sampai 10 tahun sampai seumur hidup.

BACA JUGA: Final Liga 2 di Stadion di Manahan, Polresta Solo Perketat Pengamanan

BACA JUGA: SD Al Azhar 22 Salatiga Maju ke Pesta Siaga 2025 Tingkat Kota Salatiga

Dalam sosialisasi ini, seorang pria bernama Chalril Umam (53) warga Tingkir Tengah berkesempatan menyampaikan kesan-kesannya saat melakukan program KB MOP.

"Saya melakukan KB MOP pada usia 48 tahun. Sekarang saya sering digandeng Dinas dan Puskesmas untuk membagikan pengalaman terkait KB MOP ke tengah masyarakat," kata Chalril Umam, saa ditemui usia kunjungan Plh Wali Kota Salatiga Nina Agustin dan sejumlah Kepala Dinas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: