Miris, 2 Tahun Siswa di Brebes Ini Kesulitan Akses Penyeberangan, Jembatan Putus Belum Diperbaiki

Miris, 2 Tahun Siswa di Brebes Ini Kesulitan Akses Penyeberangan, Jembatan Putus Belum Diperbaiki

Seorang ibu terpaksa menuruni sungai untuk mengantarkan anaknya menuju sekolah akibat tidak adanya jembatan setelah terseret banjir dua tahun lalu.-Teguh Supriyanto -Radar Brebes

BREBES, (DiswayJateng) - Sejumlah siswa yang tinggal di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog saat ini mengalami kendala dalam mengakses luar wilayah terutama untuk menuju fasilitas pendidikan. 

Hal ini menyusul tidak adanya jembatan, sebagai saran penyeberangan Sungai Keruh Behet.

Demi untuk bisa tetap berangkat ke sekolah, para siswa terpaksa harus melepas sepatu dan menyinsingkan seragam mereka saat meniti bebatuan menyeberangi sungai. 

"Kalau tidak seperti ini, sepatu dan celana seragam bisa basah. Tidak nyaman untuk dipakai bersekolah," ucap Firman, pelajar SMP, Jumat 19 Agustus 2022.

Dengan masih seringnya turun hujan saat ini, mereka harus lebih hati-hati. Sebab batu yang biasa mereka pijak, lebih licin. Belum lagi debit air sungai juga tidak jarang meninggi akibat banjir.

BACA JUGA:Diterjang Banjir, Jembatan Gantung di Banyumas Putus, Tiga Warga Jadi Korban

Sama halnya para orang tua yang masih memiliki anak usia sekolah. Setiap hari mereka harus mengantar anak-anak mereka untuk menyeberangai sungai agar dapat menuju sekolahnya. 

"Khawatir kalau melepas berangkat sendiri, karena medannya susah. Harus turun dan menyeberangi sungai, membahayakan untuk anak usia TK atau SD," kata Dewi, warga setempat.

BACA JUGA:BPKP Endus Pembangunan Jembatan Merah di Purbalingga Rugikan Negara Rp 5,7 M, Bupati: Tunggu Hasil dari Polda

Dikatakan Dewi, sejak jembatan putus dan hilang diterjang arus sungai dua tahun lalu, anak-anak sekolah dan jiga warga harus turun sungai untuk menuju ke sekolah atau menuju luar wilayah. "Sebelumnya memang ada jembatan, tapi tersapu banjir dan sampai saat ini belum ada perbaikan," kata tuturnya.

Kepala Sridadi, Sudiryo, membenarkan kondisi yang terjadi pada warganya tersebut. Dikatakan, beberapakali warga dan Pemdes berupaya membangun jembatan darurat tapi tidak bertahan lama. 

"Berulangkali kita bangun jembatan daruat berbahan bambu, tapi kembali putus dan hanyut diterjang banjir sungai Keruh Behet," terang Diryo.

 

Sebelumnya, akses jembatan tersebut dapat dimanfaatkan warga sebagai penghubung Dukuh Karanganyar dengan Dukuh Legok, Sigombyang, Bojongsari dan Suruhsunda. 

Sumber: