Anak-Anak Batang Punya Ruang Curhat di CFD Rumah Dinas Bupati
Forum anak binaan DP3AP2KB Batang rutin menyediakan ruang ramah anak di Halaman Rumah Dinas Bupati setiap Minggu Pagi -Disway Jateng/ Bakti Buwono-
Salah satu kegiatannya berupa permainan tradisional atau dolanan bocah. Permainan tersebut menjadi cara untuk mengajak anak kembali berinteraksi secara langsung.
Joko mengatakan kegiatan itu juga menjadi alternatif dari aktivitas anak yang terlalu berfokus pada gawai. Anak-anak diajak mengisi waktu dengan bermain dan berinteraksi bersama teman serta keluarga.
“Anak-anak juga bisa berinteraksi secara langsung dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Di tengah suasana CFD, anak-anak tidak hanya diajak bermain. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai informasi tentang hak anak dan perlindungan anak.
Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Batang, Weni Ary Susanti, mengatakan kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Hari Anak.
Menurut Weni, CFD menjadi momentum untuk mengenalkan hak-hak anak dengan cara yang lebih dekat. Anak-anak dapat belajar sambil bermain dan berinteraksi dengan teman sebayanya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan edukasi mengenai berbagai hak mereka. Di antaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi.
Ada pula pengenalan konsep Pelopor dan Pelapor bagi anak. Selain itu, mereka diperkenalkan dengan Konselor Sebaya sebagai salah satu ruang pendampingan.
Konsep Konselor Sebaya menjadi penting karena tidak semua anak mudah bercerita kepada orang dewasa. Sebagian anak justru lebih nyaman membuka cerita kepada teman yang dianggap memahami dunia mereka.
Ruang seperti inilah yang ingin diperkuat melalui Forum Anak. Anak-anak tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga diberi kesempatan untuk berperan.
Joko mengatakan kegiatan CFD tersebut telah berlangsung sekitar lima hingga enam kali. Pesertanya juga disebut semakin bertambah dan berasal dari berbagai kelompok usia.
Bahkan, anak-anak dari luar Kecamatan Batang mulai ikut hadir. Mereka datang untuk bertemu teman, berbagi informasi, berolahraga, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Menurut Joko, banyak anak datang bersama orang tua mereka. Kondisi tersebut membuat CFD sekaligus menjadi ruang interaksi antara anak dan keluarga.
Kegiatan tersebut juga dirancang dan dievaluasi oleh anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak. Setiap kegiatan selesai, mereka melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan dan kebutuhan pengembangan.
Dengan begitu, anak-anak tidak sekadar menjadi objek kegiatan. Mereka juga dilatih mengambil peran dalam merancang kegiatan yang berkaitan dengan dunia mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










