24 Siswa Keluhkan Makanan MBG dari SPPG Desa Tutup, Operasional Dihentikan 20 Hari
FOTO/Mobil Pengangkut Ompreng MBG (Makan Bergizi Gratis) SPPG Tutup. -diswayjateng/Farros---
BLORA, diswayjateng.id – Keluhan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, terus bertambah.
Terbaru, tercatat sebanyak 24 siswa dari tiga sekolah mengalami sejumlah keluhan setelah menerima dan mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan SPPG di bawah naungan Yayasan Pelita Gizi Makmur pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini atau Bude Rini, membenarkan adanya penambahan jumlah siswa yang mengalami keluhan.
Dari laporan yang diterima, keluhan yang muncul di antaranya mual, sakit perut, diare hingga pusing. Mereka berasal dari SDN 1 Tutup, SDN 3 Tutup dan SMK Bakti Husada.
BACA JUGA: 1.000 Canting Warnai Hari Batik Nasional di Kebumen, Pelajar Diajak Kreatif dan Lestarikan Budaya
“SDN 1 Tutup 13 (siswa), SDN 3 Tutup 4 (siswa), SMK Bakti Husada 7 (siswa),” terang Bude Rini melalui keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan inap. Para siswa mendapat penanganan secara rawat jalan oleh petugas Puskesmas Tunjungan.
Kepala SDN 3 Tutup, Sri Wulandari, mengatakan gejala mulai diketahui ketika salah seorang siswanya muntah di lingkungan sekolah setelah menyantap makanan MBG.
BACA JUGA: Goa Jatijajar Sepi Pengunjung, Pemkab Kebumen Siapkan Revitalisasi Besar-besaran
BACA JUGA: Walkot Pekalongan Aaf Dorong Limbah Batik Diolah Komunal, UMKM Tak Perlu Bangun IPAL Sendiri
Tak lama berselang, keluhan juga disampaikan siswa kelas dua. Saat itu waktu sekolah telah memasuki jam kepulangan sekitar pukul 11.00 WIB.
“Bu, perutku sakit. Karena jam pulang pukul 11.00 WIB, terus saya pulangkan. Lalu saya pesan ke wali kelasnya untuk menghubungi di grup WhatsApp kelas dan menyampaikan kepada orang tua agar anak dipantau di rumah,” ujar Sri.
Pihak sekolah kemudian meminta orang tua segera berkoordinasi dengan bidan desa apabila kondisi anak mengalami keluhan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
