Walkot Pekalongan Aaf Dorong Limbah Batik Diolah Komunal, UMKM Tak Perlu Bangun IPAL Sendiri

Walkot Pekalongan Aaf Dorong Limbah Batik Diolah Komunal, UMKM Tak Perlu Bangun IPAL Sendiri

Walikota Pekalongan aaf menerima penghargaan dari founder Disway Dahlan Iskan, Kamis 11 Juni 2026-ist-

PEKALONGAN, diswayjateng.id – Pemerintah Kota PEKALONGAN mendorong pengolahan limbah secara komunal sebagai salah satu upaya menjaga keberlanjutan industri batik.

Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengatakan skema tersebut memungkinkan sejumlah pelaku usaha menggunakan fasilitas pengolahan limbah secara bersama.

Menurut Aaf, pendekatan komunal menjadi pilihan karena tidak semua pelaku usaha kecil mampu membangun instalasi pengolahan limbah sendiri sesuai standar.

“Sudah kita buat program dengan kemitraan untuk limbah komunal UMKM. Jadi satu limbah bisa untuk beberapa UMKM, itu yang sudah kita jalankan,” kata Aaf seusai Upacara Hari Batik Nasional 2026 di Halaman Museum Batik Kota Pekalongan, Jumat 2 Oktober 2026.

BACA JUGA: Barongsai-Golf Mundur, Target 18 Emas Pekalongan di Porprov Tetap Jalan

BACA JUGA: Stasiun Pekalongan Tunggu KA Anggrek Berhenti Lagi, DPR Surati Dirut KAI

Aaf mengatakan pengolahan limbah menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam mempertahankan predikat Kota Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia.

Menurutnya, predikat tersebut tidak berarti seluruh persoalan industri batik telah selesai.

“Kita patut berbangga bahwa Kota Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia ini harus kita pertahankan. Tetapi bukan berarti masalah sudah selesai,” ujarnya.

Ia menyebut persoalan limbah bersama kenaikan harga bahan baku dan keberadaan tenaga pembatik sebagai tantangan yang masih perlu ditangani.

BACA JUGA: Tiga Bocah Diamankan Warga usai Motor Nyaris Dicuri di Paninggaran Pekalongan

BACA JUGA: Kades Karangasem Pekalongan Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Motor Sewaan

Dalam persoalan limbah, Aaf menilai pendekatan komunal dapat meringankan beban pelaku UMKM.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan limbah secara mandiri membutuhkan biaya yang tidak ringan bagi pelaku usaha berskala kecil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait