Usia 17 Tahun, Siswi Temanggung Raihana Debut di Kejurnas Drifting

Usia 17 Tahun, Siswi Temanggung Raihana Debut di Kejurnas Drifting

aihana Anaya Setyawan, siswi 17 tahun asal Temanggung, menjalani debut di Kejurnas Passion Drift Putaran IV kelas Women Novice di Sirkuit Mijen, Semarang.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

TEMANGGUNG, diswayjateng.id – Bukan lapangan olahraga atau panggung musik yang dipilih Raihana Anaya Setyawan untuk menguji keberaniannya. Siswi 17 tahun asal Kabupaten TEMANGGUNG ini justru masuk ke arena drifting, olahraga otomotif yang identik dengan deru mesin, asap ban, dan manuver mobil berkecepatan tinggi.

Raihana tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Passion Drift Putaran IV di Sirkuit Mijen, Semarang, yang berlangsung 2–4 Oktober 2026. Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Temanggung tersebut turun di kelas Women Novice dengan mengendarai BMW E46 bermesin 2.500 cc.

Bukan sekadar mengikuti kejuaraan, penampilan di Sirkuit Mijen menjadi debut pertama Raihana dalam perlombaan drifting. Ia bahkan mengikuti kompetisi tersebut secara mandiri atau privateer, tanpa bergabung dengan tim tertentu.

Raihana menjadi salah satu peserta muda dari sekitar 50 pembalap yang ambil bagian. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 pembalap merupakan perempuan. Di balik debutnya, ada dukungan penuh kedua orang tuanya, Wahyu Adhi Setyawan, yang akrab disapa Papi Wawan, dan Yuni Listyawati.

BACA JUGA: 24 Siswa Keluhkan Makanan MBG dari SPPG Desa Tutup, Operasional Dihentikan 20 Hari

BACA JUGA: Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembacokan di Depan Kampus di Salatiga

Wahyu mengatakan, Raihana baru mengenal dan menekuni drifting sekitar tujuh hingga 10 bulan. Sebelum mengikuti Kejurnas Passion Drift, putrinya belum pernah turun dalam perlombaan drifting.

"Ini pertama kali anak saya mengikuti kejurnas, bahkan pertama kali ikut lomba drifting. Sebelumnya belum pernah mengikuti kejuaraan di mana pun," ungkap Wahyu, Jumat (2/10/2026).

Ketertarikan Raihana terhadap drifting berawal dari sang ayah yang sebelumnya memiliki pengalaman di dunia otomotif, khususnya olahraga off-road. Dari sekadar mencoba, Raihana kemudian semakin tertarik. Latihan pun dijalani hingga akhirnya ia memutuskan mengambil kesempatan untuk tampil di ajang nasional.

Menurut Wahyu, drifting membutuhkan lebih dari sekadar keberanian menginjak pedal gas. Pembalap harus mampu mengendalikan mobil ketika kehilangan traksi dan melaju dalam posisi menyamping atau sliding.

BACA JUGA: Bendung Boro Dikeruk, 1.000 Meter Kubik Sedimentasi Diangkat untuk Jaga Pasokan Air Purworejo

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Perhutani Buayan Kebumen, 1 Hektare Lahan Terbakar

Konsentrasi, ketelitian dan koordinasi tubuh menjadi bagian penting dalam mengendalikan kendaraan. Pembalap harus menentukan kapan menambah gas, mengarahkan kemudi, membuat mobil slide hingga menarik rem tangan.

"Yang paling penting itu konsentrasi, ketelitian, dan koordinasi anggota badan. Kapan harus menginjak gas, kapan mobil harus dibuat slide, dan kapan menarik rem tangan. Semuanya membutuhkan ketepatan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait