Asap TPA Jatibarang Semarang Belum Reda, Sekolah di Wilayah Terdampak Bisa Kembali Daring
Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan titik api di tpa jatibarang semarang, Jumat (2/10) malam.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id — Penanganan asap dari area terbakar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota SEMARANG, masih dilakukan secara intensif untuk mencegah bara api kembali muncul dan memperluas dampak terhadap masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan kondisi asap hingga akhir pekan akan terus dipantau.
Keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau pembelajaran secara daring pada Senin akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
"Kalau sampai Minggu sore potensi asap itu masih ada, akan kita perpanjang untuk daring di beberapa wilayah terdampak," kata Handi kepada diswayjateng.id saat meninjau lokasi kebakaran TPA Jatibarang bersama Wali Kota Semarang Agustina, Jumat (2/10) malam.
BACA JUGA:BPD Bukan Lawan Kades, Bupati Tegal: Jangan Bawa Pertarungan Politik ke Desa
Pemantauan terhadap kualitas udara dan sebaran asap juga terus dilakukan karena partikel berbahaya disebut tidak selalu terlihat secara kasatmata. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan masyarakat, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Asap TPA Jatibarang Dipantau, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Pembagian masker kepada masyarakat terdampak juga akan dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi dampak asap TPA Jatibarang.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar ruangan diminta untuk mengurangi aktivitas di kawasan yang terdampak asap.
BACA JUGA:Dinkes Semarang Siagakan Puskesmas Usai Asap Kebakaran TPA Menyebar ke Lima Kecamatan
BACA JUGA:Lahan Alang-Alang Terbakar, Api Nyaris Lahap Minimarket dan Gudang Alfamart di Tegal
"Harapan kami di kala seperti ini, mohon agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Manakala tidak bisa, mohon menggunakan masker untuk mengurangi potensi ISPA," ujar Handi.
Menurut Handi, proses pemadaman masih difokuskan pada upaya menghilangkan asap sekaligus mencegah bara api yang berada di dalam timbunan sampah kembali terbakar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
