Pancasila Tak Hanya Slogan, Wabup Tegal Minta Harus Hidup dalam Pemerintahan

Pancasila Tak Hanya Slogan, Wabup Tegal Minta Harus Hidup dalam Pemerintahan

UPACARA - Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di lapangan belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Kamis (1/10).--

SLAWI, diswayjateng.id – Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan yang kembali terdengar setiap 1 Oktober. Nilai-nilai dasar negara itu harus benar-benar hidup dalam setiap langkah pemerintahan, pelayanan publik, hingga kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di lapangan belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Kamis (1/10).

Upacara tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, jajaran Asisten Sekda, Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal.

Dalam amanatnya, Kholid menegaskan, Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk kembali menguatkan persatuan sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan.

BACA JUGA:BPD Bukan Lawan Kades, Bupati Tegal: Jangan Bawa Pertarungan Politik ke Desa

BACA JUGA:28 Personel Polres Tegal Kota Diguyur Penghargaan, Ada Penggerak Literasi AI hingga Pengungkap Kasus

Menurut dia, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan atau diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga semangat Pancasila senantiasa menjadi landasan dalam membangun Kabupaten Tegal yang semakin maju, tangguh dan luwih apik,” ujar Kholid.

Kholid juga mengajak seluruh peserta upacara untuk tidak kehilangan semangat gotong royong dan kebersamaan. Terlebih, pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama seluruh elemen, bukan hanya pemerintah.

Persatuan, kata dia, menjadi modal penting dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk bergerak bersama, bukan menjadi alasan untuk terpecah.

BACA JUGA:Lahan Alang-Alang Terbakar, Api Nyaris Lahap Minimarket dan Gudang Alfamart di Tegal

BACA JUGA:Polda Jateng Ungkap Pengiriman 10,63 Gram Sabu dari Pontianak ke Semarang

Kholid menekankan, pengamalan Pancasila harus tercermin dalam tindakan nyata. Mulai dari bagaimana pemerintah menjalankan tugas, mengambil kebijakan, hingga memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Semangat yang dibangun dalam upacara harus dibawa ke ruang kerja dan diwujudkan melalui pengabdian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait