Pemkot Tegal Libatkan 212 Pengurus OSIS untuk Bebas TBC 2030
MEMBUKA - Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, membuka kegiatan Meet and Greet Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TBC) 2026 di Aula RSUI Harapan Anda Kota Tegal.-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-
TEGAL, diswayjateng - Langkah konkret terus digencarkan Pemerintah Kota TEGAL demi mengejar target Indonesia bebas tuberkulosis pada 2030. Generasi muda kini dirangkul secara masif untuk ikut memutus rantai penularan penyakit respirasi tersebut di lingkungan masyarakat.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, secara resmi membuka agenda Meet and Greet TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) 2026. Acara tersebut berlangsung di Aula RSUI Harapan Anda Kota Tegal pada Rabu (29/7/2026).
Dalam arahannya, Tazkiyyatul menilai forum ini sangat strategis untuk menggembleng pemahaman kesehatan para remaja. Keterlibatan aktif pelajar sangat krusial agar edukasi mengenai TBC dapat disebarluaskan secara akurat tanpa simpang siur.
Target Bebas TBC 2030 Butuh Peran Aktif Generasi Muda
Tazkiyyatul menegaskan bahwa ambisi nasional mengeliminasi TBC butuh gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Kalangan pelajar dinilai memegang peran vital sebagai penggerak edukasi di lingkungannya masing-masing.
BACA JUGA:Strategi Baru Kota Tegal Bebas TBC: Targetkan 7.700 Warga Lewat Cek Kesehatan Gratis
BACA JUGA:Pengobatan 743 Pasien TB di Salatiga, Wamenkes Beri Sertifikan Sembuh 9 Penyitas TBC
"Pemerintah Indonesia telah menargetkan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Target tersebut tidak akan tercapai tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar sebagai generasi muda yang memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai TBC," ujar Tazkiyyatul.
Penyelenggaraan acara dalam rangka Hari Anak Nasional ini merupakan buah sinergi lintas sektor. Mulai dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal, PPTI, RSUI Harapan Anda, hingga Dinas Kesehatan Kota Tegal turut berkolaborasi.
Pentingnya Deteksi Dini dan Penghapusan Stigma TBC
Orang nomor dua di Kota Tegal ini menekankan bahwa tuberkulosis bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kunci utamanya terletak pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat secara tuntas hingga dinyatakan bersih oleh medis.
Ia meminta warga untuk tidak lagi memandang sebelah mata para penderita TBC. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengikisan stigma negatif di tengah masyarakat harus terus digelorakan.
BACA JUGA:Bupati Ischaq Tegaskan Komitmen Kabupaten Tegal Berantas TBC
BACA JUGA:Ribuan Warga Pati Diserang Penyakit Mematikan, Bhabinkamtibmas Dikerahkan Jadi Relawan Deteksi TBC
Siswa juga didorong untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah preventif sederhana seperti menjaga kebersihan rumah, menerapkan etika saat batuk, makan makanan bergizi, rutin olahraga, serta menjauhi rokok menjadi benteng utama penularan.
Sasar Ratusan Pengurus OSIS di Kota Tegal
Ketua Panitia, Silvia MM, menjelaskan bahwa agenda edukasi ini dirancang khusus untuk membedah tuntas seluk-beluk penularan serta pencegahan tuberkulosis kepada remaja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










