SALATIGA, diswayjateng.id - Sehari menjelang puasa, tiga narapidana (Napi) Rutan Salatiga Kelas IIB Salatiga terjerat kasus perlindungan anak, dipercaya dilibatkan dalam bersih-bersih makam, Rabu 18 Februari 2026.
Ke-tiga Napi atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Salatiga yang dipercaya ikut membantu membersihkan makam telah menjalani lebih dari 2/3 masa hukuman atau pidananya.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto didampingi Humas Rutan Salatiga Gunawan Yoga saat dikonfirmasi mengatakan, ke-tiga WBP yang diperbolehkan ikut masing-masing terjerat kasus perlindungan anak dan perempuan, dan kasus perkelahian.
Keterlibatan WBP Rutan Salatiga dalam kerja bakti sebagai bagian pembinaan sekaligus program keagamaan menyambut bulan suci Ramadan.
BACA JUGA: Kapolres Tegal Hadiri Istighosah dan Doa Bersama, Iktiar Spiritual untuk Warga Terdampak Tanah Bergerak
"Keterlibatan WBP bertujuan memberi kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan sosial agar masyarakat melihat mereka tidak hanya menjalani pidana, tetapi juga mampu berkontribusi positif," kata Anton Adi Ristanto.
Dalam bekerja, Anton menerangkan, ke-tiga WBP tersebut dalam pengawasan ketat petugas Rutan yang ikut terjun ke lokasi makam.
Ada pun, kerja bakti menyasar Makam Cungkup dan Masjid Al-Manaar Perhutani Salatiga.
Bersama Pegawai dan serta mahasiswa magang, tiga WBP yang terlibat sudah assesment untuk asimilasi.
BACA JUGA: Usai Gegerkan Salatiga Atas Penetapan Tersangka Korupsi, Kajari Firman Setiawan Digantikan Erik Meza Nusantara
"WBP yang dilibatkan dalam kerja bakti telah memenuhi syarat asimilasi. Saat ini jumlah warga binaan tercatat 189 orang, dan untuk mengikuti program asimilasi mereka minimal telah menjalani setengah masa pidana serta memenuhi syarat seperti berkelakuan baik, lolos asesmen, dan memiliki penjamin," terangnya.
Ia menambahkan, asimilasi merupakan tahap adaptasi sebelum WBP kembali ke masyarakat. Dengan pengawalan petugas, mereka diharapkan terbiasa dengan situasi di luar lingkungan rutan.
BACA JUGA: SCS Tersangka Kredit Fiktif Bank Salatiga Ajukan Justice Collaborator
BACA JUGA: GOW Salatiga Punya PR Besar, Nurhidayati : Belum Kantongi SK dan Segera Terdaftar di Kesbangpol
Selama Ramadan, pihak rutan juga menyiapkan kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian harian, salat tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an pada malam hari.
Salah satu WBP peserta kerja bakti, Enggar Yuda, mengaku senang bisa terlibat.
Ia mengaku, suasana di luar rutan terasa berbeda dan lebih bebas dibandingkan di dalam.
"Senang bisa ikut bantu," ucap Enggar.