Lansia Tewas Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Korban Bawa Karung Berisi Uang Rp 25.5 Juta
Lansia yang tewas tertabrak kereta api beserta karung berisi uang yang dibawanya. (Dok. Polsek Penawangan)--
GROBOGAN, diswayjateng.com - Lansia bernama Sayem (75) dari Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tewas tertabrak Kereta Api Anjasmoro pada Sabtu (14/2/2026) lalu diketahui membawa karung berisi uang Rp 25,5 juta.
Dari keterangan tertulis yang diterima Disway Jateng pada Kamis (19/2/2026) Kapolsek Penawangan, AKP Sutarjo menyebut, dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas telah menemukan sebuah karung berwarna putih milik korban. Setelah diperiksa, karung tersebut berisi uang tunai.
"Dalam barang bawaan korban, kami mengamankan uang tunai sebesar Rp 25.575.000," katanya.
AKP Sutarjo melanjutkan pihaknya pun sudah menghitung uang dalam karung tersebut bersama keluarga korban. Ia menyampaikan korban diketahui tidak menikah, bekerja untuk dirinya sendiri. Dimana hasilnya dikumpulkan bahkan memang selalu dibawa kemana-mana menggunakan karung.
"Ketika ditemukan, uang yang ada di dalam karung dihitung bersama pihak keluarga. Keponakan-keponakannya pun memastikan bahwa itu uang milik korban," tegasnya.
Lebih lanjut, AKP Sutarjo menjelaskan, berdasarkan keterangan di lapangan, kejadian nahas itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB saat korban hendak pulang menuju rumahnya.
Sebelumnya korban dari Pasar Pahing Sedadi. Saat hendak menyeberangi perlintasan rel kereta api dengan berjalan kaki, meluncur KA Anjasmoro No. 29F dari arah Surabaya atau dari timur menuju Jakarta.
"Masinis sudah membunyikan klakson berulang kali, namun diduga karena faktor usia, korban tidak mendengar," bebernya.
AKP Sutarjo mengatakan tabrakan pun tidak dapat dihindari. Akibatnya, tubuh lansia itu terpental sejauh kurang lebih 50 meter. Usai kejadian, pihak masinis segera menghubungi petugas pengatur perjalanan kereta api yang diteruskan ke Polsek Penawangan.
"Tim Inafis Polres Grobogan bersama Puskesmas Penawangan 2 langsung meluncur ke lokasi untuk olah TKP dan evakuasi," imbuhnya.
Berdasarkan hasil visum luar dari tim medis dan Inafis, lanjut AKP Sutarjo, korban mengalami luka berat di bagian kepala serta patah tulang di beberapa bagian tubuh. Petugas memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik, selain luka akibat dari benturan kereta api pada jasad korban
"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban telah diserahkan ke rumah duka di untuk proses pemakaman," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: