Tuntang, Bawen, Ambarawa Hingga Banyubiru Rawan Bencana Banjir, Ini Kata Bupati Semarang

Tuntang, Bawen, Ambarawa Hingga Banyubiru Rawan Bencana Banjir, Ini Kata Bupati Semarang

MENGECEK : Kapolres Semarang beserta Bupati Semarang dan Dandim 0714/Salatiga, beserta tamu undangan mengecek alat antisipasi bencana milik Polres Semarang, dan BPBD Kab. Semarang saat Apel Kesiapsiagaan bencana alam di Lapangan Catur Prasetya Polres Sema--

UNGARAN, diswayjateng.id - Empat daerah di Kabupaten Semarang masuk kategori rawan bencana banjir yakni Tuntang, Bawen, Ambarawa dan Banyubiru.

"Tuntang, Bawen, Ambarawa dan Banyubiru merupakan wilayah rawan banjir karena berada di dataran rendah," kata Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Polres Semarang, Senin 9 Desember 2024.

Selain kategori rawan bencana, sesuai dengan Geografis wilayahnya Kabupaten Semarang juga terdapat tanah longsor yang juga menjadi perhatian serius Pemda serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Terutama di wilayah pegunungan seperti Bandungan, Sumowono dan Getasan menjadi titik fokus untuk antisipasi rawan tanah longsor.

BACA JUGA:33 Adegan Diperagakan 5 Pelaku Pencabulan Anak di Kabupaten Semarang

BACA JUGA: Bhabinkamtibmas Polsek Ambarawa Sambang Budidaya Ikan Milik Warga Bejalen Kabupaten Semarang

"Disamping kejadian lain, yaitu angin puting beliung dan efek abu Fulkanik Gunung Berapi," terangnya.

Sehingga, memasuki musim hujan ini Bupati Semarang mengajak semua pihak untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Seperti dilakukan jajaran Polres Semarang, menggelar Apel Kesiapsiagaan bencana alam di Lapangan Catur Prasetya Polres Semarang.

BACA JUGA: 14 Pelajar SMK Asal Temanggung dan Kota Magelang Tawuran di Jambu Kabupaten Semarang

BACA JUGA: 21 Ton Susu Sapi di Kabupaten Semarang Tidak Terserap Industri Setiap Hari

Apel dipimpin Bupati Semarang Ngesti Nugraha, nampak pula selain Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto W, SH. SIK. MH. hadir ditenda tamu undangan, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro Koedoes S.Hub.Int. M.Han., Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kab. Semarang mewakili Kajari. Kapolsek Jajaran, Serta instansi terkait di wilayah Kab. Semarang.


Dalam amanatnya dihadapan peserta apel baik dari jajaran Polres Semarang, Kodim 0714/Salatiga, Sub Den Pom Ambarawa dan BPBD Kab. Semarang serta Relawan, Bupati H. Ngesti menyampaikan juga jika letak Geografis, Topografi dan kondisi cuaca yang berpontensi menimbulkan bencana alam di wilayah Kab. Semarang.

Ngesti menambahkan bahwa, peran serta semua pihak dalam siaga bencana sangat diperlukan. Hal ini di tandai dengan adanya Posko dan koordinasi antar instansi.

BACA JUGA: 1.984 PTPS Kabupaten Semarang Awasi Dua tahapan Krusial di 19 Kecamatan

BACA JUGA: Mobil Anggota DPRD Kabupaten Semarang Dibobol, Uang Tunai Rp300 Juta Raib

"Ditingkat desa/Kelurah, kami memaksimalkan peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta Kepala desa maupun Lurah. Dimana akan melakukan deteksi dini dan langkah awal, baik penanggulangan bencana maupun bergotong royong membantu masyarakat," pungkasnya.

Sesaat setelah kegiatan selesai, Kapolres Semarang beserta Bupati Semarang dan Dandim 0714/Salatiga, beserta tamu undangan melakukan pengecekan alat antisipasi bencana milik Polres Semarang, dan BPBD Kab. Semarang.





memasuki musim hujan ini Bupati Semarang mengajak semua pihak untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebutkan peran serta semua pihak dalam siaga bencana sangat diperlukan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: