BATANG, diswayjateng.id – Ratusan ayam dibagikan gratis kepada masyarakat di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Senin 10 Agustus 2026.
Aksi tersebut bukan sekadar berbagi pangan, tetapi menjadi bentuk protes peternak terhadap kondisi harga telur yang mereka nilai semakin menekan usaha.
Sejak pagi, warga berdatangan ke lokasi pembagian ayam gratis tersebut.
Mereka mengantre untuk mendapatkan ayam yang dibagikan langsung peternak kepada masyarakat secara cuma-cuma.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Batang, Joko Pramono, mengatakan aksi itu merupakan bentuk keprihatinan peternak.
BACA JUGA: Nasionalisme ala Warga Denasri Kulon Batang, Bendera 250 Meter Disandingkan Lengko Sepanjang Jalan
BACA JUGA: Batang “Ngegas” Futsal Usia SD lewat Disdikbud Cup, Pemenangnya dari Kecamatan Ini
“Yang kedua, naikkan harga telur. Ini harga telur turun sudah empat bulan,” kata Joko.
Menurut Joko, kondisi harga telur yang rendah membuat peternak harus menanggung beban produksi dalam waktu cukup panjang.
Ia menyebut peternak selama ini ikut menjaga masyarakat tetap memperoleh sumber protein dengan harga murah.
“Kami mensubsidi agar rakyat Indonesia mendapatkan protein murah. Ini sudah empat bulan. Kami mensubsidi peternak, mensubsidi masyarakat ini sebesar Rp5.000 sampai Rp7.000 per kilo,” ujarnya.
BACA JUGA: Bupati Faiz Gelar Batang Night Carnival di HUT ke-81 RI, Konsep Masih Rahasia
BACA JUGA: Sevilla dan Alehandro Jadi Mas-Mbak Batang 2026, Siap Mbolang ke Tempat Wisata
Joko menyebut harga telur di tingkat peternak saat ini mengalami penurunan tajam. Di tingkat peternak antara Rp19 ribu - Rp 21ribu. Jauh di bawah Harga Acuan Pembelian Rp 26.500.
Artinya, ada disparitas hingga Rp7. 000 perkilogam dengan HAP (Harga Acuan Pembelian) Rp 26.500.