Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Polres Blora Tak Maksimal, Ini Alasannya

Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Polres Blora Tak Maksimal, Ini Alasannya

FOTO/Lahan Jagung Program Ketahanan Pangan Polres Blora,di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo. -diswayjateng/Farros---

BLORA, diswayjateng.id – Program ketahanan pangan yang dijalankan Polres Blora menghadapi kendala di salah satu lahan percontohan yang berada di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Tanaman jagung yang ditanam di lahan seluas sekitar 2 hingga 3 hektare tersebut tidak tumbuh maksimal. Kondisi cuaca dan serangan hama menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil tanaman.

IPDA Nanang selaku Tim Ketahanan Pangan Polres Blora mengatakan, secara umum pelaksanaan program ketahanan pangan di sejumlah lokasi berjalan cukup baik. Namun, terdapat beberapa lahan yang mengalami kendala karena kondisi cuaca.

"Selama ini program ketahanan pangan Polres Blora dianggap berhasil. Mungkin satu tempat itu terkendala cuaca, tapi kami sudah berusaha untuk mengadakan pupuk dan lain-lain," ujar IPDA Nanang saat ditemui, Selasa 29 september 2026.

BACA JUGA:  Respons Cepat Call Center 110, Polres Tegal Tindaklanjuti Dugaan Pengambilan Solar Ilegal

BACA JUGA:  Ketika Uang Lusuh Warga Batang di Laci Kembali Bernilai, Ada Pegadaian dan BI di Tengahnya

Menurutnya, lahan di Desa Klopoduwur merupakan lahan percontohan yang baru pertama kali digunakan untuk penanaman jagung.

Penanaman dilakukan sekitar Juli 2026 dengan seluruh lahan ditanami jagung. Sebelum ditanam, lahan tersebut juga telah diberikan pupuk dan dilakukan penyiraman.

"Karena pertama kali, kita jadikan lahan percontohan. Siapa tahu ada hasil. Kita sudah pupuk, juga sudah kita siram, tapi karena cuaca yang tidak mendukung dan juga ada El Nino, akhirnya seperti yang Anda lihat," jelasnya.

BACA JUGA:  Perselisihan di Sumber Berujung Pidana, Polisi Sita Senjata Tajam dan Tetapkan Tersangka

BACA JUGA:  Tengah Malam Rumah Didobrak, Warga Magelang Dipukul, Remaja 15 Tahun Diamankan Polisi

Nanang menyebut, selain faktor cuaca, serangan hama juga menjadi kendala dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di sejumlah lokasi.

Untuk kondisi tanaman yang masih ada di lahan Klopoduwur, pihaknya tetap akan melakukan perawatan hingga masa panen, meskipun hasil yang diperoleh diperkirakan tidak maksimal.

"Dengan kondisi tanaman yang seperti itu akan kita rawat semaksimal mungkin sampai panen, meskipun kurang," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: