Murid SD Negeri 1 Kebondalem Pemalang Meninggal, Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas

Murid SD Negeri 1 Kebondalem Pemalang Meninggal, Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas

Muhammad Hasbi Al Aqib, Murid SD Negeri Kebondalem 1 Pemalang, Korban perundungan kakak kelasnya--Mukhtarom

PEMALANG, diswayjateng.id – Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2, SD Negeri 1 Kebondalem PEMALANG, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari selama sembilan hari, sejak 17-27 September. 

Bocah berusia tujuh tahun itu sebelumnya mengeluhkan sakit pada bagian perut. Di tengah perawatan, Muhammad Hasbi Al Aqib awalnya enggan memberi tahu orang tuanya, kemudian Ia menceritakan kepada keluarganya dan dokter saat diperiksa di RSUD dr. M. Ashari atas dugaan bullying atau perundungan yang dialaminya di sekolah.

Aqib meninggal dunia pada Rabu sore, 30 September 2026. Jenazahnya kemudian menjalani autopsi di RSUD dr M Ashari Pemalang untuk mengetahui penyebab kematiannya secara medis.

Dugaan bullying terhadap siswa SD Negeri 1 Kebondalem Pemalang tersebut kini menjadi perhatian keluarga. Namun, sejauh ini penyebab kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Sempat Dirawat Sembilan Hari

Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengatakan Muhammad Hasbi Al Aqib mulai menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang sejak Kamis, 17 September 2026.

Saat itu, anaknya mengeluhkan sakit pada bagian perut. Selama dirawat, keluhan tersebut disertai muntah-muntah, BAB berdarah, tidak nafsu makan, hingga kesulitan buang air besar.

Menurut Diah, pada awal menjalani perawatan, Aqib belum mau menceritakan apa yang terjadi kepadanya.

Beberapa hari kemudian, anak tersebut akhirnya mengungkap dugaan kekerasan yang dialaminya saat berada di lingkungan SD Negeri 1 Kebondalem.

"Dia menjawab itu setelah diperiksa sama dokter, katanya dipukul di perut, ada yang nendang pakai sepatu," ungkap Diah Indriyanti kepada wartawan.

Selama sembilan hari menjalani perawatan, sakit pada bagian perut disebut terus dirasakan Aqib. Ia juga disebut menangis ketika tubuhnya diangkat karena merasa kesakitan.

"Selama 9 hari yang sering dikeluhkan itu perut, sama seluruh badan kalau diangkat itu nangis," tutur Diah.

Setelah sembilan hari dirawat, Muhammad Hasbi Al Aqib diperbolehkan pulang. Namun beberapa hari berada di rumah, sakit pada bagian perut kembali dikeluhkan.

Kondisinya kemudian semakin memburuk. Saat keluarga hendak membawanya kembali ke rumah sakit, nyawa Muhammad Hasbi Al Aqib tidak tertolong.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait