5 Hektare Lahan Rob Batang Dibidik untuk Budidaya Nila Salin
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang, Budhi Santosa-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id – Lahan perikanan yang bertahun-tahun terdampak rob di Kabupaten BATANG mulai disiapkan untuk kembali produktif.
Pemerintah Kabupaten Batang membidik budidaya ikan nila salin sebagai salah satu opsi pemanfaatan lahan pesisir tersebut.
Komoditas ini dipilih karena dinilai lebih mudah dibudidayakan di kawasan dengan kondisi air payau. Waktu pemeliharaannya juga relatif singkat dibandingkan sejumlah komoditas perikanan lainnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang, Budhi Santosa, mengatakan potensi lahan perikanan yang terdampak rob mencapai sekitar 127 hektare.
BACA JUGA: Dari Puisi sampai Public Speaking, Ratusan Siswa SMP Batang Adu Skill Bahasa
BACA JUGA: Rekonstruksi Jembatan Kali Belo Tersono Batang Capai 74,54 Persen, Rampung November
Lahan tersebut berada di kawasan Kesepuhan hingga Denasri Wetan dan Denasri Kulon.
Menurut Budhi, sebagian lahan itu telah berstatus sebagai lahan biru. Artinya, kawasan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan perikanan.
“Potensi di sana untuk lahan-lahan yang lahan biru, khususnya lahan untuk perikanan, itu sekitar 127 hektare. Itu harapannya bisa kita kembangkan,” kata Budhi, Selasa 29 September 2026.
Namun, 127 hektare tersebut belum bisa langsung digarap seluruhnya.
Kondisi rob yang masih terjadi menjadi salah satu kendala utama. Infrastruktur pengendali rob juga belum sepenuhnya mampu melindungi seluruh kawasan.
BACA JUGA: Penunggu Pasien Dugaan Keracunan MBG Batang Dapat Santunan Segini
BACA JUGA: Wapres Gibran di Batang: “Saya Minta Maaf”
Karena itu, pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan memilih lokasi yang kondisi robnya relatif lebih mudah dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
