Tanah Bergerak Ancam Permukiman Semarang, BPBD Kota Semarang Siaga

Rabu 25-02-2026,18:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

 

Penguatan Kelurahan Tangguh Bencana

Sebagai langkah mitigasi, BPBD terus mengembangkan program Kelurahan Tangguh Bencana (Katana). Program ini merupakan penguatan dari Kelurahan Siaga Bencana (KSB) yang sudah berjalan sebelumnya. 

 

“Di kelurahan itu ada KSB, meningkat lagi ada Katana, Kelurahan Tangguh Bencana. Di situ dibekali bukan hanya tata cara evakuasi tanah longsor, tapi juga kebakaran, gempa bumi, dan banjir,” jelasnya. 

 

Dari total 177 kelurahan di Kota Semarang, sekitar 30 kelurahan telah memiliki legalitas pembentukan Katana. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan dukungan anggaran khusus. 

 

“Memang butuh anggaran dan tidak serta merta. Pelatihannya sampai lima hari pembekalan,” kata Endro. 

 

Terkait sistem peringatan dini (early warning system/EWS), Endro menyebut Kota Semarang saat ini baru memiliki EWS untuk banjir atau berbasis air. 

 

“Semarang fokus early warning system untuk water. Untuk tanah longsor di Jawa Tengah baru ada dua, di Karanganyar lereng Gunung Lawu dan di Temanggung. Semarang belum ada,” ungkapnya. 

 

Lebih lanjut, BPBD Kota Semaeang tengah melakukan pendekatan ke pemerintah provinsi agar Kota Semarang dapat memperoleh bantuan pemasangan EWS longsor, mengingat tingkat kerentanan wilayah yang cukup tinggi. 

 

Kategori :