Jalan Clirit Tegal Kian Amblas, Retakan Bertambah Bikin Warga Panik
AMBLAS - Sejumlah kendaraan antre melewati Jalan Clirit yang amblas di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Kamis (12/2/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com – Pergerakan tanah di Jalan Raya Clirit, Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, kian amblas dan mengkhawatirkan. Retakan di jalur utama penghubung Tegal–Guci semakin melebar, sementara badan jalan terus mengalami penurunan.
Titik terparah berada di tikungan Duren arah Clirit. Di lokasi ini, aspal tampak pecah dan menganga. Permukaan jalan turun beberapa sentimeter dan retakan memanjang semakin jelas terlihat. Kendaraan yang melintas dipaksa berjalan merayap demi keselamatan.
“Pergerakan tanah masih ada. Kemarin memang turun hujan meski tidak deras, tetapi dampaknya tetap terlihat. Di tikungan Duren, amblasnya bertambah dan retakannya semakin besar,” ujar Kepala Desa Kalibakung, Mujiono, Kamis (12/2/2026).
Tak hanya di jalur utama menuju kawasan wisata Guci, retakan juga muncul di ruas Clirit menuju Desa Sokatengah, Kecamatan Bumijawa. Bahkan, keretakan tanah meluas hingga kawasan wisata Kalimus.
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di tikungan Clirit jalur menanjak yang kini ditutup total karena tak lagi memungkinkan dilalui kendaraan.
Sementara jalur turunan masih dibuka dengan sistem buka tutup setelah diurug material pasir agar kendaraan tetap bisa lewat.
“Pengendara diimbau untuk bersabar dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalan Clirit Kalibakung hingga kondisi kembali normal,” kata Mujiono.
Menurut Mujiono, pergerakan tanah di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Fenomena ini disebutnya seperti siklus berulang.
“Sebenarnya sudah sering. Biasanya terjadi sekitar delapan tahun sekali. Namun kali ini baru lima tahun sudah amblas. Terakhir tahun 2021, sekarang terjadi lagi di 2026, bahkan sama-sama di bulan Februari dan terjadi pada malam hari,” ungkapnya.
Jalan ambles ini terjadi sejak Senin malam, 10 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah Tegal bagian selatan, termasuk Kecamatan Bojong dan Balapulang. Sejak saat itu, kondisi jalan terus memburuk.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Khuzaeni, yang meninjau langsung lokasi tersebut menyebut kerusakan di ruas Clirit sebagai kejadian berulang sejak puluhan tahun lalu.
“Retak dan putusnya jalan di Clirit ini seperti siklus yang terjadi minimal lima tahun sekali sejak 1990-an,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: