Dinkes Tegal Dirikan 4 Posko Kesehatan di Pos Pengungsian Padasari
LAYANAN - Pelayanan kesehatan dilakukan di posko pengungsian. --
SLAWI, diswayjateng.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bergerak cepat dalam menangani dampak bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, menyampaikan bahwa Dinkes Tegal telah mendirikan 4 posko kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan armada ambulan di sejumlah titik pengungsian.
"Empat posko tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis, diantaranya di Rumah kamal, Rumah bidan desa, Ponpes Al Adalah 2 dan depan rumah kades," ujarnya Kamis (12/2).
Selain posko, Dinkes juga menyiapkan visitasi mobile untuk menjangkau warga secara langsung yakni di Gedung serbaguna Penujah, Desa Penusupan, Desa Tamansari dan Mokaha hingga Rumah Dinas Bupati Tegal.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan turut memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia dan bayi baru lahir.
Bahkan, sejumlah lansia dan seorang bayi yang baru saja dilahirkan telah dipindahkan dari lokasi terdampak ke Rumah Dinas Bupati Tegal guna mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Selain itu, petugas juga menemukan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di area terdampak.
Saat ini, yang bersangkutan telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Ada 12 orang korban terdampak akibat tanah bergerak di Desa Padasari yang telah diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Tegal agar lebih nyaman,” terangnya.
Terkait pelayanan di Posko Kesehatan, Edy menyebutkan bahwa fasilitas yang tersedia cukup lengkap.
Sejumlah ambulans siaga dilengkapi dengan tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, hingga ketersediaan obat-obatan yang memadai untuk kebutuhan darurat. Pelayanan kesehatan di posko dilakukan selama 24 jam dengan sistem tiga shift setiap harinya.
"Untuk mendukung kelancaran layanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bekerja sama dengan sekitar 30 instansi, yang terdiri dari puskesmas, klinik, rumah sakit, serta organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Seluruh tenaga kesehatan tersebut telah dijadwalkan secara terstruktur dalam operasional posko," ungkapnya.
Pemkab Tegal Siagakan Layanan Tidak hanya pelayanan medis fisik, dukungan psikososial juga diberikan kepada para pengungsi.
Program trauma healing telah dilaksanakan, salah satunya oleh tim dari PPNI yang sebelumnya melakukan kegiatan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk di wilayah.
Sejak hari pertama bencana, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mencatat hampir 500 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko-posko yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: