BPBD Kota Semarang Ganti dan Tambah Early Warning System, Sungai Plumbon Jadi Prioritas
BPBD Kota Semarang akan mengganti dan menambah early warning system (EWS) pada 2026. Sungai Plumbon menjadi prioritas setelah EWS rusak -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memastikan akan melakukan penggantian sekaligus penambahan early warning system (EWS) di sejumlah titik rawan bencana pada tahun 2026.
Salah satu lokasi prioritas adalah bantaran Sungai Plumbon, wilayah yang sebelumnya terdampak banjir tanpa adanya peringatan dini.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengatakan EWS yang terpasang di Sungai Plumbon telah mengalami kerusakan sejak beberapa tahun terakhir dan hingga kini belum dapat difungsikan kembali. Kerusakan tersebut berdampak serius, terutama saat banjir besar melanda kawasan itu pada Kamis, 15 Januari 2026 kemarin.
“Saat kejadian banjir kemarin, EWS memang dalam kondisi offline. Sudah pernah dilakukan penggantian komponen, tetapi tetap tidak bisa berfungsi,” kata Endro, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Endro, keberadaan EWS sangat vital sebagai sistem peringatan dini bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir. Tanpa alarm peringatan, warga kehilangan waktu untuk melakukan evakuasi maupun langkah antisipasi lainnya.
Selain mengalami kerusakan, BPBD juga mencatat adanya EWS yang hilang akibat pencurian. Kasus tersebut terjadi di wilayah Banyumanik dan Pudak Payung, yang mengakibatkan beberapa titik pemantauan tidak lagi beroperasi secara optimal.
“Padahal kalau EWS berfungsi, dampaknya sangat besar. Contohnya di Perumahan Dinar Indah, alarm EWS berbunyi saat debit air naik sehingga warga bisa segera bersiap,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 28 unit EWS yang tersebar di Ibu Kota Jawa Tengah untuk memantau potensi banjir dan longsor. Dari jumlah tersebut, sebagian mengalami kerusakan, ada yang dicuri, dan ada pula yang sementara dilepas karena proyek normalisasi sungai.
“Di Kali Banger misalnya, EWS dilepas sementara karena ada kegiatan normalisasi. Di Plumbon rusak, dan di Pudak Payung ada yang hilang,” kata Riyanto.
Riyanto memastikan pada tahun ini BPBD menganggarkan pengadaan dua unit EWS baru dengan nilai sekitar Rp 80 juta per unit. Selain Sungai Plumbon, satu EWS lainnya akan dipasang di Sungai Sringin, wilayah yang juga masuk zona rawan banjir.
Ia mengakui pada tahun sebelumnya tidak ada anggaran pengadaan EWS akibat kebijakan refocusing anggaran. Namun, meningkatnya risiko bencana di wilayah barat Kota Semarang membuat pengadaan kembali sistem peringatan dini menjadi prioritas.
“Bencana sekarang cenderung bergeser ke wilayah Semarang Barat, sehingga EWS ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Rencana pemasangan EWS dijadwalkan pada April 2026, menyesuaikan Rencana Anggaran Kas (RAK) Daerah. EWS terbaru nantinya akan dilengkapi dengan modem eksternal agar sinyal lebih stabil, terhubung secara daring, serta dipantau melalui CCTV.
“Kami harus menyesuaikan dengan RAK. Kalau mendahului, berpotensi menjadi temuan BPK,” pungkas Riyanto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

