BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Semarang, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor Meningkat

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Semarang, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor Meningkat

Banjir menggenangi kawasan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kamis 15 Jajuari 2026.BNPB lakukan modikasi cuaca di Semarang -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.com – Ancaman bencana hidrometeorologi masih membayangi Kota Semarang dan wilayah sekitarnya seiring tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Untuk menekan potensi bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca yang dimulai sejak Kamis, 15 Januari 2026 dan akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengatakan modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah antisipatif guna meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan longsor.

“Dari BNPB dilakukan modifikasi cuaca, mungkin akan berlangsung beberapa hari ke depan, untuk mengurangi potensi bencana,” ujar Endro, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurut Endro, modifikasi cuaca dilakukan dengan cara menebarkan garam menggunakan pesawat dari wilayah Semarang ke arah Laut Utara Jawa. Upaya ini bertujuan agar hujan turun di laut sehingga intensitas hujan di daratan dapat ditekan.

Selain untuk mengurangi risiko bencana di Kota Semarang, langkah tersebut juga mendukung percepatan penanganan banjir di wilayah Pati Raya, meliputi Kudus, Pati, dan Jepara.

“Hujan diharapkan terjadi di laut, sehingga potensi bencana bisa dikurangi dan mempercepat penanganan banjir di Pati Raya,” jelasnya.

Endro mengungkapkan, tren bencana di Kota Semarang saat ini mulai bergeser. Jika sebelumnya banjir mendominasi, kini kejadian tanah longsor justru meningkat, meski banjir masih terjadi di sejumlah titik.

Berdasarkan data BPBD, sepanjang Januari ini telah terjadi 16 kejadian longsor di Kota Semarang. Peristiwa terbaru terjadi di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, di mana talud longsor dan berdampak pada rumah warga.

Adapun wilayah yang masuk dalam kategori rawan longsor antara lain Kecamatan Banyumanik, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, Ngaliyan, dan Gunungpati. Meski demikian, Endro memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut, hanya kerugian materiil.

“Bencana hidrometeorologi ini dipicu tingginya curah hujan yang disertai angin. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir dan longsor, terutama warga yang tinggal di daerah perbukitan,” pungkasnya. (Sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: