BATANG, diswayjateng.com - Candi Bata Gringsing yang tercatat sebagai candi tertua di Jawa Tengah ternyata belum sepenuhnya terungkap.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Batang, Camelia Dewi, menyampaikan pihaknya telah mengusulkan sejumlah penelitian lanjutan ke Bapperida Kabupaten Batang.
Usulan tersebut mencakup rencana besar penataan kawasan Candi Bata Gringsing dan Balekambang.
Menurut Camelia, kawasan candi masih membutuhkan ekskavasi lanjutan untuk membuka bagian atas bukit.
BACA JUGA: Titipan Bupati Faiz Dijawab Menko Pangan, Pelabuhan Perikanan Batang Langsung Masuk Agenda
BACA JUGA: Diduga Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Minibus dan Trailer di Gringsing Batang
Bagian tersebut diduga menyimpan struktur candi yang belum sepenuhnya terungkap.
“Kami masih membutuhkan ekskavasi lagi untuk membuka candi di atas bukit,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu 1 Februari 2026.
Selain ekskavasi, kajian zonasi menjadi agenda penting dalam pengembangan kawasan.
Kajian zonasi diperlukan untuk mengatur batas perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan situs.
BACA JUGA: Ketua DPRD Batang Tegaskan Dukungan Anggaran Relokasi Korban Longsor Pranten
BACA JUGA: Banjir Sawah Batang Picu Gagal Panen, 139 Hektare Dinyatakan Puso
Disdikbud juga mengusulkan kajian konsolidasi struktur bangunan candi.
Langkah ini dilakukan agar bangunan bata yang rapuh dapat kembali mendekati bentuk aslinya.
Camelia menegaskan perbaikan akan difokuskan pada penguatan dan penataan ulang struktur.