Dua Pekan Lebih Terisolasi dan Gunakan Getek Warga Tambaksari Semarang Bangun Jembatan Bambu Darurat.
BANGUN JEMBATAN: Warga Tambaksari RW7, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dibantu TNI-Polri membangun jembatan sementara di sungai Beringin sebagai akses sementara warga.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id – Setelah lebih dari dua pekan hidup dalam keterisolasian, warga Kampung Tambaksari, RW 7, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota SEMARANG, akhirnya sedikit bisa menarik napas lega.
Putusnya jembatan penghubung akibat banjir besar Sungai Beringin pada Kamis, 15 Januari 2026, sempat membuat empat RT di wilayah tersebut lumpuh total.
Sejak jembatan ambrol diterjang arus banjir, sekitar 170 keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan terpaksa menghadapi berbagai keterbatasan.
Selama ini warga hanya dapat melintasi sungai dengan menggunakan getek. Sehingga aktivitas ekonomi terganggu, akses pendidikan terhambat, hingga persoalan pengangkutan sampah yang tak kunjung teratasi.
Kini, secercah harapan itu mulai terbangun, melalui jembatan darurat berbahan bambu petung yang dikerjakan secara gotong royong.
Memasuki awal Februari 2026, ratusan warga Kampung Tambaksari bersama personel TNI dan Polri bahu-membahu membangun jembatan darurat di atas Sungai Beringin. Jembatan ini dibuat dari 40 batang bambu petung dengan panjang rata-rata enam meter.
Dari pantauan di lokasi, bambu-bambu tersebut dipancang ke dasar sungai menggunakan mesin pompa penyedot air, agar struktur berdiri lebih kuat dan stabil.
Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari hingga tahap finishing.
Ketua RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Sumadi, mengungkapkan bahwa selama dua minggu terakhir warganya benar-benar terisolasi.
“Terus terang dua minggu ini warga kesulitan untuk akses. Alhamdulillah dengan adanya jembatan darurat ini bisa membantu penyeberangan warga,” ujarnya kepada Diswayjateng.id, Minggu 1 Februari 2026.
Tak hanya soal mobilitas warga, dampak jembatan putus juga dirasakan dalam pengelolaan sampah. Selama jembatan ambrol, kendaraan pengangkut sampah tidak bisa masuk ke wilayah timur sungai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: