Rusak Parah, Disdikbud Batang Ajukan Revitalisasi 143 Sekolah ke Pemerintah Pusat
ilustrasi pengajuan revitalisasi sekolah rusak di Batang-by gemini ai-
BATANG, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang diusulkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo mengungkapkan bahwa total ada 143 satuan pendidikan yang telah diusulkan untuk mendapatkan program revitalisasi.
Rinciannya meliputi 81 Sekolah Dasar (SD), 45 Taman Kanak-kanak (TK), dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Semua sudah kami usulkan ke Kemendikdasmen. Namun untuk kepastian berapa sekolah yang akan mendapatkan program revitalisasi, kami masih menunggu keputusan dari pusat,” kata Bambang, Kamis 29 Januari 2026.
BACA JUGA: Akhirussanah Rafirna 2026, Ribuan Jamaah Saksikan Wisuda Khatam Al-Qur’an di Tersono Batang
BACA JUGA: Sungai Sambong Dangkal, Pemkab Batang Bakal Bongkar Kapal Mangkrak hingga Keruk Muara
Menurutnya, proses pengusulan dilakukan dengan seleksi ketat berbasis kondisi riil bangunan sekolah di lapangan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang telah melakukan pemetaan dan penilaian tingkat kerusakan untuk menentukan skala prioritas.
“Kami pilih dan pilah sesuai tingkat kerusakannya. Yang paling parah tentu kami dorong masuk skala prioritas utama,” jelasnya.
Bambang menegaskan, seluruh sekolah yang diusulkan sejatinya merupakan prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik dan kualitas proses belajar mengajar.
BACA JUGA: Musim Bencana Datang, Ansor Batang Siagakan Bagana dan PAC 15 Kecamatan
BACA JUGA: Dewan Menyapa PAUD di Subah Batang, Daryoso dan Media Soroti Parenting Anak Usia Dini
“Yang jelas, semua yang kami ajukan itu prioritas. Tidak ada yang sekadar pelengkap,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui mekanisme desk penilaian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
