Jelang Libur Panjang, Kadisdikbud Batang Minta Orangtua Libatkan Anak Urus Rumah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo--IST
BATANG, diswayjateng.com - Liburan sekolah panjang akhir tahun segera tiba, tepatnya pada 22 Desember 2025 - 4 Januari 2025, dan menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Soedibyo. Kepala Disdikbud Batang itu meminta orang tua tidak menjadikan rentang 22 Desember hingga 4 Januari sebagai masa anak dibebaskan dari segalanya.
Menurut Bambang Suryantoro Soedibyo, libur panjang justru momentum strategis untuk mendidik anak di luar ruang kelas dengan cara yang paling sederhana namun berdampak.
“Libur ini saya mohon benar-benar dimanfaatkan orang tua atau wali murid untuk kegiatan bersama anak di rumah,” ujar Bambang, Minggu 14 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa rumah adalah sekolah pertama, dan libur adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang tak sempat tersentuh kurikulum.
Dalam imbauan libur panjang Kadisdik Bambang Suryantoro Soedibyo, anak-anak dianjurkan ikut terlibat dalam kegiatan rumah tangga agar belajar tanggung jawab sejak dini.
Bambang menyebut aktivitas sederhana seperti mengatur rumah, membantu orang tua, mengelola keuangan hingga mengelola waktu sebagai bekal penting menuju kedewasaan.
“Anak-anak perlu dilibatkan supaya mereka belajar kehidupan nyata, bukan hanya teori di sekolah,” katanya.
Ia juga mendorong orang tua memanfaatkan waktu libur untuk berdialog dengan anak mengenai minat, bakat, dan keinginan masa depan.
Menurutnya, obrolan ringan di rumah sering kali jauh lebih bermakna daripada seminar motivasi berbayar.
“Cukup ajak ngobrol, dengarkan apa yang mereka mau, dan arahkan secara pelan-pelan,” ucap Bambang.
Selain kegiatan rumah tangga, imbauan libur panjang Kadisdik Bambang Suryantoro Soedibyo juga menekankan pentingnya budaya membaca selama libur sekolah.
Bambang mengajak anak-anak mengisi waktu dengan membaca buku atau bacaan lain yang bersifat mendidik dan memperluas wawasan.
“Membaca itu investasi jangka panjang, apalagi kalau dibiasakan sejak kecil,” tuturnya. Ia juga tidak melarang anak bermain, asalkan tetap dalam pengawasan dan bernilai positif.
Bagi anak yang memiliki kecenderungan seni, bermain bersama teman sebaya dinilai bisa menjadi ruang ekspresi dan kreativitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: