“Beberapa bagian perlu diperbaiki agar kembali ke bentuknya, termasuk melalui ekskavasi,” ungkapnya.
Ia menyebut keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional sudah cukup dalam tahap kajian awal.
Namun, untuk tahap lanjutan, dukungan anggaran tetap menjadi kunci utama.
Camelia mengungkapkan kebutuhan dana untuk ekskavasi lanjutan Candi Bata Gringsing tidak kecil.
Total anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp 2 miliar.
“Untuk usulan ekskavasi ini kebutuhannya sekitar Rp 2 miliar,” kata Camelia.
Meski demikian, anggaran tersebut masih sebatas usulan.
Camelia memastikan hingga saat ini anggaran tahun 2026 belum mengakomodasi hal itu.
Di sisi lain, penataan kawasan Balekambang juga terus dikomunikasikan lintas instansi.
Disdikbud Kabupaten Batang telah menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum terkait penataan kawasan tersebut.
Rapat tersebut membahas konsep penataan agar selaras dengan nilai sejarah dan lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait.
Camelia menyebut sejumlah instansi telah dilibatkan dalam pembahasan.
“Kami sudah rapat dengan beberapa pihak, ada KITB, Dishub, dan PUPR,” ujarnya.
Keterlibatan banyak pihak diharapkan mampu mempercepat realisasi penataan kawasan cagar budaya.
Camelia berharap seluruh usulan dapat direalisasikan secara bertahap.