Pengunjung Lawang Sewu Ditarget Mencapai 60 Ribu Wisatawan pada Libur Lebaran, Midnight Tour Jadi Magnet Baru
Kunjungan wisata ke Lawang Sewu Semarang saat Lebaran 2026 diproyeksikan melonjak hingga 60 ribu pengunjung. Program midnight tour, paket wisata terintegrasi, hingga dukungan UMKM jadi daya tarik utama wisata heritage ini.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com — Kunjungan wisatawan ke Lawang Sewu pada momentum Lebaran Idulfitri 2026 diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan.
Target sebanyak 60 ribu pengunjung telah ditetapkan oleh pengelola sebagai capaian selama masa libur panjang.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menyampaikan bahwa angka kunjungan mulai menunjukkan tren positif sejak awal periode Lebaran.
“Target kita antara 60.000 dari momen Lebaran tahun ini,” ujar Agus kepada Diswayjateng.id, Minggu 22 Maret 2026.
Disebutkan bahwa sejak tanggal 13 hingga periode terkini, jumlah pengunjung yang datang ke Lawang Sewu telah mencapai lebih dari 6.000 orang.
Angka tersebut dinilai menjadi indikasi meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata heritage.
“Pengunjung Lawang Sewu alhamdulillah mengalami kenaikan. Dari tanggal 13 sampai hari ini sudah 6.000 sekian pengunjung,” jelasnya.
Peningkatan kunjungan juga didorong melalui berbagai program wisata yang ditawarkan. Paket perjalanan terintegrasi yang mencakup transportasi, destinasi, hingga kemudahan reservasi disebut telah disiapkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Dijelaskan bahwa masyarakat tidak hanya diarahkan untuk mengunjungi Lawang Sewu, tetapi juga mengikuti berbagai program perjalanan yang telah dirancang.
“Harapan kita dengan adanya trip ini semakin banyak masyarakat yang tidak hanya berkunjung ke Lawang Sewu, tapi juga mengikuti program-program trip kita,” ungkap Agus.
Salah satu program unggulan yang kembali ditawarkan adalah wisata malam atau midnight tour, yang memberikan pengalaman menjelajahi Lawang Sewu pada malam hari.
“Program Midnight melihat Lawang Sewu di malam hari juga diterima dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.
Kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama yang ditonjolkan dalam pengembangan wisata tersebut.
Sistem pemesanan yang terintegrasi memungkinkan pengunjung mendapatkan berbagai layanan hanya melalui satu kali reservasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








