"Kami terus menggali potensi baru untuk menambal kekurangan anggaran," ujarnya.
Selain itu, Pemkab Batang juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk terlibat dalam program sosial semisal penanganan stunting atau pengentasan kemiskinan.
Sebelumnya, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, memastikan bahwa proyek infrastruktur di wilayahnya tidak akan terdampak efisiensi anggaran.
Bupati Faiz menegaskan bahwa proyek-proyek infrastruktur yang mendesak tetap menjadi prioritas.
“Pada prinsipnya, efisiensi ini tidak akan mengganggu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat. Jadi, untuk proyek infrastruktur yang mendesak, tetap kita prioritaskan dan jalankan,” tegas Bupati Faiz, Selasa 18 Maret 2025.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Batang diprediksi mampu melakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp100 miliar.
Langkah strategis yang diambil adalah dengan memotong anggaran di sektor perjalanan dinas dan rapat.
Bupati Faiz mengapresiasi kesediaan para birokrat untuk mendukung kebijakan ini.
“Teman-teman birokrat kita punya kebesaran hati. Ketika ditanya apakah mereka ikhlas anggarannya dipotong untuk perjalanan dinas dan rapat, mereka setuju. Hasil efisiensi ini kita kumpulkan agar tetap bisa menjalankan program prioritas, termasuk infrastruktur,” tambahnya.