Longsor Pranten, Pemkab Batang Siapkan Huntara untuk Relokasi 28 KK
Anggota Bagana Ansor Batang di lokasi longsor pranten, Kecamatan Bawang -ist-
BATANG, diswayjateng.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyiapkan hunian sementara bagi 28 kepala keluarga (KK) korban longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil survei langsung Bupati Batang M. Faiz Kurniawan ke lokasi terdampak beberapa waktu lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan sejumlah rumah warga berada di titik yang sangat rawan terhadap potensi pergerakan tanah dan longsor susulan.
“Menindaklanjuti hasil survei Pak Bupati, memang ada beberapa KK yang harus direlokasi karena tempat tinggalnya sangat berisiko,” ujar Wawan, Kamis 13 Januari 2026.
BACA JUGA: Ketua DPRD Batang Tegaskan Dukungan Anggaran Relokasi Korban Longsor Pranten
BACA JUGA: Kunjungi Lokasi Longsor Pranten, Bupati Batang: Harus Relokasi
Ia menegaskan relokasi menjadi langkah mendesak untuk menghindari potensi korban jiwa apabila terjadi bencana susulan.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan warga yang tinggal di zona rawan.
“Yang terpenting sisi kedaruratannya dulu agar tidak sampai memakan korban,” katanya.
BPBD bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta relawan telah membangun hunian sementara atau huntara dengan konstruksi sederhana.
BACA JUGA: Longsor Pranten Batang, 689 Warga Dukuh Rejosari Terpaksa Mengungsi
BACA JUGA: Petani di Pranten Dibekali Pengetahuan Bertani dan Kambing untuk Perkuat Ekonomi
Bangunan huntara dibuat dari papan dengan ukuran kurang lebih 5 x 6 meter untuk setiap kepala keluarga.
“Namanya huntara tentu bangunannya sangat sederhana, yang penting bisa ditempati sementara agar warga aman,” ujar Wawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: