Nelayan Batang Tak Bisa Melaut, Bupati Salurkan Cadangan Pangan hingga Bahas PPN

Nelayan Batang Tak Bisa Melaut, Bupati Salurkan Cadangan Pangan hingga Bahas PPN

Bupati Batang M Faiz Kurniawan salurkan bantuan dari cadangan pangan untuk nelayan di masa paceklik, Kamis 5 Februari 2026-Disway Jateng/Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.com — Pemerintah Kabupaten BATANG menyalurkan bantuan sosial kepada sekitar 5.000 hingga 6.000 kepala keluarga yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah. Bantuan tersebut menyasar keluarga terdampak banjir serta nelayan BATANG yang tidak melaut selama berbulan-bulan akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“Kita memberikan santunan kepada kurang lebih 5.000 sampai 6.000 KK, khususnya keluarga-keluarga yang terdampak banjir dan nelayan yang tidak berani melaut karena cuaca ekstrem,” kata Faiz, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang masuknya bulan suci Ramadan.

“Harapannya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya.

BACA JUGA: Viral di Medsos, Jalan Penghubung Empat Desa di Subah Batang Rusak Parah

BACA JUGA: Dampak Pemangkasan Dana Desa, Operasional di Batang Sempat Nol Rupiah

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok untuk menopang kebutuhan rumah tangga masyarakat terdampak.

“Isinya beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram, dan telur 5 butir,” kata Faiz.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah kondisi masyarakat yang sedang sulit.

“Kami ingin memastikan pemerintah hadir ketika masyarakat sedang membutuhkan,” ujarnya.

Selain bantuan sosial, Pemkab Batang juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan pendangkalan muara yang menghambat aktivitas nelayan.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Batang Desak Bulog Percepat Serapan Gabah Petani

BACA JUGA: APBD Terbatas, PGRI Batang Minta Gaji PPPK Paruh Waktu Digaji Pemerintah Pusat

Faiz mengakui pendangkalan muara membuat kapal nelayan kesulitan keluar masuk sehingga berdampak langsung pada mata pencaharian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait