Bencana Tanah Bergerak Padasari Tegal, Begini Respon Gubernur Jateng

Bencana Tanah Bergerak Padasari Tegal, Begini Respon Gubernur Jateng

MENINJAU - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mendampingi Gubernur Jateng meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Rabu (4/2/2026) sore.--

SLAWI, diswayjateng.comBencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menjadi duka. Retakan tanah yang merayap pelan sejak awal pekan memaksa ribuan warga angkat kaki dari rumahnya sendiri.

Di tengah kecemasan yang belum reda, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi, membawa pesan tegas: penanganan bencana tak boleh sekadar tambal sulam.

Gubernur menegaskan, seluruh unsur harus siaga penuh dan memikirkan langkah antisipatif agar bencana susulan tidak kembali memakan korban. Penanganan, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh dan berjangka panjang.

“Saya minta semua unsur siaga. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan. Jangan sampai ada kejadian susulan yang tidak tertangani,” tegas Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi bencana, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, negara tidak boleh berhenti pada penanganan darurat semata. Masa depan warga terdampak harus dijamin, mulai dari kebutuhan dasar hingga kepastian tempat tinggal yang aman.

“Infrastruktur itu prioritas. Jalan dan jembatan harus segera tertangani. Kalau ada jembatan putus, maksimal satu minggu harus selesai, bahkan tiga hari sudah harus tertangani,” ujarnya lugas.

Gubernur juga mengungkapkan fakta pahit di balik bencana tanah bergerak ini. Sekitar 250 rumah diperkirakan tidak memungkinkan dibangun kembali di lokasi semula. Karena itu, penyediaan hunian sementara (huntara) yang diproyeksikan menjadi hunian tetap (huntap) menjadi agenda mendesak.

“Huntara harus disiapkan dengan baik dan bisa menjadi huntap. Fasilitas umum harus lengkap. Pemerintah tidak boleh lepas tangan terhadap masa depan masyarakatnya,” tandasnya.

Sementara itu, Padasari masih bergelut dengan dampak kerusakan yang masif. Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kabupaten Tegal hingga Selasa (4/2/2026) pukul 14.10 WIB, dari 161 rumah yang terdata, sebanyak 109 unit rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 26 unit rusak ringan. Namun angka tersebut diperkirakan belum final.

Secara keseluruhan, bencana tanah bergerak ini diprediksi berdampak pada sekitar 250 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 250 kepala keluarga atau sekitar 760 jiwa. Infrastruktur vital tak luput dari kerusakan.

Tiga titik jalan desa dan kabupaten rusak parah, satu bendung irigasi terdampak, serta satu jembatan desa terancam tak bisa dilalui.

Kerusakan juga menjalar ke fasilitas pemerintahan, sekolah, tempat ibadah, hingga layanan kesehatan. Gelombang pengungsian pun tak terhindarkan.

Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat mencapai 1.154 jiwa, terdiri atas 628 warga dan 526 santri, yang tersebar di berbagai titik pengungsian darurat.

Gubernur Ahmad Luthfi datang bersama Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Turut mendampingi Sekda Kabupaten Tegal, Kepala BPBD, Kapolres Tegal, unsur TNI/Polri, Forkopimda, Forkopimcam, serta perangkat desa setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait