Harga Cabai Rawit di Semarang Tembus Rp95 Ribu per Kg, Cuaca Ekstrem dan Awal Ramadan Jadi Pemicu

Harga Cabai Rawit di Semarang Tembus Rp95 Ribu per Kg, Cuaca Ekstrem dan Awal Ramadan Jadi Pemicu

HARGA CABAI NAIK: Harga cabai rawit di Semarang naik jadi Rp95.000 per kg akibat cuaca ekstrem dan distribusi tersendat di awal Ramadan. Pemkot siapkan operasi pasar.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.comHarga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang melonjak hingga Rp95.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan perlambatan distribusi dari daerah sentra produksi pada awal Ramadan

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar, harga cabai rawit yang sehari sebelumnya berada di kisaran Rp90.000 per kilogram, kini merangkak naik Rp5.000. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan stok masih dalam kondisi aman. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, mengatakan pihaknya bersama jajaran Polrestabes Semarang dan Dinas Perdagangan telah turun langsung melakukan pengecekan harga dan pasokan di pasar tradisional. 

“Dari kemarin harga Rp90 ribu, hari ini menjadi Rp95 ribu. Ketersediaan sebenarnya ada, hanya distribusi sedikit melambat karena tenaga petik ikut libur pada hari pertama dan kedua puasa,” ujarnya. 

Distribusi Melambat, Stok Masih Aman

Endang menjelaskan, berdasarkan data per 17 Februari 2026, stok cabai rawit di tingkat petani diperkirakan masih mencukupi hingga 2 bulan 28 hari ke depan. Artinya, kenaikan harga lebih disebabkan faktor distribusi ketimbang kekurangan produksi. 

Menurutnya, awal Ramadan turut memengaruhi ritme panen dan pengiriman barang. Sejumlah tenaga pemetik tidak beroperasi pada dua hari pertama puasa sehingga pasokan ke pasar mengalami keterlambatan. 

Di sisi lain, cuaca ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri. Intensitas hujan tinggi membuat proses panen tidak optimal dan meningkatkan risiko kerusakan komoditas saat distribusi. 

“Cuaca ekstrem juga menjadi faktor risiko karena cabai rawan busuk jika proses panen dan distribusi tidak dalam kondisi kering,” jelas Endang. 

Operasi Pasar dan Intervensi Pasokan

Untuk menahan laju kenaikan harga cabai rawit, Pemerintah Kota Semarang menggencarkan Gerakan Pangan Murah melalui program Kempling Semar. Selain itu, operasi pasar digelar minimal dua kali dalam sepekan. 

Pemkot juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna menambah suplai ke pasar yang mengalami lonjakan harga. 

“Kita pantau harga setiap hari. Untuk cabai, sudah koordinasi dengan provinsi dan BUMD Jateng. Dalam 1–2 hari ke depan akan dilakukan intervensi pasar atau ‘champion cabai’ dengan menggelontorkan pasokan ke pasar tradisional yang harganya tinggi,” katanya. 

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan fluktuasi harga dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

Komoditas Lain Masih Stabil

Sementara itu, sejumlah komoditas pangan lain di Kota Semarang dilaporkan relatif stabil dan masih berada di bawah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Harga bawang merah, ayam, dan daging ayam juga disebut masih dalam batas aman. Pemerintah daerah memastikan pengawasan harga akan terus diperketat guna mengantisipasi lonjakan menjelang Idulfitri. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait