Jurus Jitu Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Grobogan Hadapi Lika Liku di Lapangan

Jumat 31-07-2026,20:36 WIB
Reporter : Achmad Fazeri
Editor : Laela Nurchayati

"Sebetulnya BPS memiliki tugas untuk melakukan tiga sensus dalam dekade sepuluh tahun sekali," terangnya saat membuka Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang dihadiri langsung Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pada Jumat (12 Juni 2026).

Ketiga sensus tersebut, yakni meliputi sensus penduduk yang dilaksanakan di tahun berakhiran nol, sensus pertanian dilaksanakan di tahun yang berakhiran tiga, dan sensus ekonomi dilaksanakan di tahun yang berakhiran enam.

"Kalau sensus penduduk, berarti tahun 2000, 2010, 2020, dan seterusnya. Lalu, sensus pertanian berakhiran tiga seperti 2003, 2013, kemudian kemarin tahun 2023 dan seterusnya. Nah untuk sensus ekonomi saat ini termasuk yang kelima, dimulai sejak tahun 1986, 1996, 2006, 2016, kemudian 2026," jelasnya mendetail.

Sedangkan cakupan pendataan sensus ekonomi 2026 ini adalah seluruh sektor perekonomian mulai dari perdagangan, sektor ekonomi dari pertanian, industri, jasa keuangan atau perbankan, jasa pendidikan hingga jasa kesehatan, dan seterusnya.

A'idzin menambahkan, selain sektor ekonomi, didata pula skala usahanya, mulai dari perorangan, mikro seperti pedagang keliling ataupun rumahan, makro meliput industri besar (pabrik), jasa perbankan, dan lain sebagainya.

Ada beberapa titik penekanan dalam pendataan sensus ekonomi, meliputi kegiatan usaha dan produk utamanya, status badan usaha serta jaringannya, termasuk informasi karakteristik usaha yaitu jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, aktivitas lingkungan, sertifikat izin halal, izin BPOM maupun berkaitan dengan program MBG serta KDKMP.

"Jadi titik poin di sensus ekonomi 2026 ini adalah data-data ekonomi. Di sana, akan dikumpulkan informasi mengenai pengeluaran dan pendapatan usaha, serta posisi aset usaha yang dimiliki," jelasnya.

A'idzin menyatakan, Sensus Ekonomi 2026 berbeda dengan sensus ekonomi periode sebelumnya, yaitu tidak didata terkait kondisi sosial ekonomi keluarga, kondisi perumahan, kepemilikan aset, serta keterangan anggota keluarga.

"Nah, dalam Sensus Ekonomi 2026, itu semuanya akan didata oleh petugas," imbuhnya.

Sejumlah Manfaat dari Sensus Ekonomi 2026


Kepala BPS Kabupaten Grobogan, A'idzin, memaparkan seputar Sensus Ekonomi 2026. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

Hasil dari Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan manfaat yang besar bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, hingga masyarakat luas.

A'idzin memaparkan, manfaat Sensus Ekonomi 2026 bagi pemerintah daerah untuk perencanaan berbasis data yang akurat, identifikasi dalam sektor-sektor unggulan dan potensi investasi, serta evaluasi program maupun pemantauan kinerja ekonomi daerah.

Berikutnya, bagi pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 memberikan gambaran terkait peluang pasar, mendukung iklim usaha, serta penguatan mitra usaha.

Adapun bagi investor dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 menghadirkan data ekonomi yang kredibel sehingga dapat digunakan untuk mendukung keputusan investasi serta mendorong pembangunan yang tepat sasaran.

"Hasil sensus sangat dipengaruhi oleh pelaku usaha dan masyarakat sebagai respondennya," tegasnya.

Karena itu, ia berharap pelaku usaha bisa memberikan data yang jujur serta akurat mengenai informasi-informasi yang ada dalam sensus ekonomi 2026. Termasuk bagi masyarakat, terutama terkait kondisi sosial ekonomi keluarga. 

Kategori :