87 Warga Bawang Diduga Keracunan MBG, Wabup Batang: Data Masih Berkembang
Wakil Bupati Batang Suyono menjenguk korban keracunan MBG di RSUD Kalisari Batang, Rabu 23 September 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono -
BATANG, diswayjateng.id — Pemerintah Kabupaten BATANG menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang.
Langkah tersebut diambil setelah muncul dugaan keracunan yang dialami puluhan warga dan penerima manfaat MBG di wilayah Kecamatan Bawang, Rabu malam 23 September 2026.
Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para korban.
Sampel makanan juga telah diminta untuk diperiksa melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan bahan makanan tertentu sebagai penyebab dugaan keracunan tersebut.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! Dugaan Keracunan Menu MBG, Puluhan Siswa dan Warga Dirujuk ke RSUD Limpung dan Batang
BACA JUGA: Berisiko Tinggi, 149 Nelayan Pesisir Batang Dapat Perlindungan Sosial
"SOP dipegang teguh, jangan sampai menimbulkan keracunan berikutnya yang bahkan bisa mengancam nyawa manusia," kata Suyono saat meninjau korban di RSUD Batang.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Suyono, jumlah korban mencapai 87 orang. Data tersebut masih berkembang karena proses pendataan dan penanganan medis masih berlangsung.
Rincian sementara mencatat 73 warga berasal dari Desa Pasusukan dan 14 warga dari Desa Bawang. Sejumlah korban kemudian mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan.
Sebanyak enam orang dirujuk ke Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung. Kemudian 24 orang dirujuk ke RSUD Limpung dan dua orang mendapat penanganan di Puskesmas Subah.
BACA JUGA: Kondisi Terkini Dugaan Keracunan PMT di Rowobelang, 14 Warga Dirawat di RSUD Batang
BACA JUGA: Gerakan Minum Susu dan Makan Telur di Batang, Dorong Kebiasaan Protein Hewani Sejak Dini
Korban lainnya mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan wilayah Bawang, baik melalui rawat inap maupun rawat jalan.
Suyono mengatakan sebagian korban mengalami keluhan berupa mual dan pusing. Gejala tersebut muncul beberapa jam setelah makanan MBG dikonsumsi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: