Bertambah! Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang jadi 276 Orang
Korban dugaan keracunan MBG dari SPPG Bawang dirujuk ke RSUD Batang, Rabu malam 23 September2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id — Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kecamatan Bawang, Kabupaten BATANG, bertambah menjadi 276 orang.
Data tersebut merupakan pembaruan penanganan kasus yang disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono, Rabu 23 September 2026. Sebelumnya, pemerintah daerah mencatat jumlah korban masih berada di bawah angka tersebut.
Suyono mengatakan, pendataan korban masih berlangsung sehingga jumlah tersebut masih berpotensi berubah. Pemerintah juga terus memantau kondisi warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
"Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir," kata Suyono.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! Dugaan Keracunan Menu MBG, Puluhan Siswa dan Warga Dirujuk ke RSUD Limpung dan Batang
BACA JUGA: 87 Warga Bawang Diduga Keracunan MBG, Wabup Batang: Data Masih Berkembang
Dari data terbaru, korban tersebar di wilayah layanan SPPG Kecamatan Bawang. Sementara itu, SPPG tersebut tercatat memiliki sekitar 2.700 penerima manfaat.
Angka 2.700 tersebut merupakan jumlah penerima manfaat layanan SPPG, bukan jumlah korban dugaan keracunan.
11 Sekolah
Pemerintah mencatat sedikitnya 11 satuan pendidikan dan lembaga pendidikan berada dalam cakupan layanan SPPG tersebut. Seluruhnya berada di Kecamatan Bawang.
Sebelas lembaga tersebut terdiri atas TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.
Namun, keberadaan lembaga tersebut dalam daftar penerima manfaat tidak berarti seluruh siswa atau warga dari masing-masing lembaga menjadi korban. Pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap sebaran korban.
Suyono mengatakan, sebagian korban merupakan anak penerima manfaat. Ada pula orang tua yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.
"Orang tua memakan dari sisa anak," ujar Suyono.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang ditelusuri pemerintah dalam penanganan kasus. Makanan yang dikonsumsi orang tua merupakan porsi MBG yang sebelumnya dibawa pulang oleh anak penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: