Pelaksanaan sensus ekonomi ini sudah dimulai sejak 1 Mei sampai 31 Agustus 2026. Ada dua tahapan, yakni Mei dan Juni, pendataan khusus usaha besar yang dilakukan secara mandiri dengan mengisi kuisioner yang telah dikirim ke email masing-masing perusahaan.
"Alhamdulillah, sudah difasilitasi bapak kadin dan ketua Apindo. Ada beberapa usaha besar yang sudah submit, terisi datanya. Termasuk dari jasa perbankan kami sudah melakukan pendampingan, misalnya dari BRI ada 37 kantor cabang yang sudah mengisi. Lalu Bank Jateng, BPR, BKK, dan sebagainya," jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pradana Setyawan melakukan penandatanganan terkait dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--
A'idzin menerangkan, sensus ekonomi termasuk salah satu program nasional yang dilaksanakan secara serentak di 514 kabupaten/kota yang tersebar dari 38 provinsi seluruh Indonesia. Adapun petugas di Kabupaten Grobogan ada 1.648 orang, yang terdiri dari Petugas Pengawas Lapangan (PPL) serta PCL.
"Mereka sudah kami bekali pelatihan selama tiga hari, serta identitas resmi seperti atribut rompi, tanda pengenal, serta surat tugas. Jadi, kami berharap saat petugas melakukan door to door, bisa disambut dengan baik oleh pelaku usaha atau keluarga," pesannya.
Dukungan Pemkab Grobogan: dari Surat Edaran Bupati hingga Video Testimoni
Dalam melaksanakan Sensus Ekonomi 2026, BPS tidak dapat berjalan sendiri. Tentu butuh dukungan berbagai pihak terutama pemerintah daerah setempat maupun pelaku usaha dan masyarakat.
"Alhamdulillah beberapa bulan terakhir kami sudah berkoordinasi dan audiensi dengan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan jajaran Forkompimda, juga dinas-dinas terkait," ujar A'idzin.
Selain Surat Edaran (SE) Bupati, BPS Kabupaten Grobogan juga mendapat dukungan video testimoni dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, maupun sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan, SE tersebut ditujukan langsung ke para pelaku usaha hingga kepala desa.
Termasuk dukungan dari para investor mengenai pemanfaatan data ekonomi.
Bupati Grobogan Setyo Hadi secara simbolis memakaikan rompi hitam bertuliskan Petugas Sensus Ekonomi kepada perwakilan Petugas Pencacah Lapangan (PCL). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan berkomitmen kuat mensukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Hal itu tak sekadar diwujudkan dengan kehadiran dalam acara pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini, tapi juga telah menerbitkan SE Bupati Grobogan Nomor 500.14.5/9 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan resmi terhadap salah satu agenda strategis nasional tersebut.
"Melalui surat edaran itu kami meminta baik kepada seluruh OPD, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk dapat berperan aktif sesuai tugas dan kewenangannya. Mari kita sukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Grobogan," imbaunya.
Menurut Setyo Hadi, sensus ekonomi memiliki peran yang strategis, karena menyediakan gambaran menyeluruh tentang kondisi dan struktur ekonomi Indonesia hingga tingkat daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 ini bisa menjadi momentum untuk memperoleh data yang akurat, mutakhir, dan juga dapat dipertanggungjawabkan dengan dasar dalam penyusunan pembangunan di masa mendatang," katanya.
Tetapi, ia menyebut, tantangan sensus ekonomi tidaklah mudah, diantaranya terkait transformasi ekonomi maupun digitalisasi usaha yang semakin pesat, perubahan struktur ekonomi, dinamika global yang terus berkembang, serta kebutuhan terhadap data ekonomi kian meningkat.