BATANG, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten Batang menghadapi ironi di sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Kunjungan wisata Batang melonjak tajam, namun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata ini justru tak tercapai.
Dari target Rp3,8 miliar, realisasi PAD pariwisata Batang hingga akhir 2025 baru menyentuh Rp2.465.124.750 atau setara 64,87 persen.
Capaian ini menegaskan adanya jarak antara geliat kunjungan wisata dan kontribusi nyata terhadap kas daerah.
Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, membenarkan kondisi tersebut.
BACA JUGA: Tenggelam di Batang, Jenazah Sugiarto Ketemu di Pesisir Sayung Demak Setelah 5 Hari
BACA JUGA: Cegah Talasemia, Popti Batang Edukasi Siswa SMAN 1 Bandar Hidup Tak Hanya Bermodal Cinta
“Secara keseluruhan, realisasi PAD sektor pariwisata tahun 2025 baru mencapai 64,87 persen dari target yang ditetapkan,” ujar Sri Purwaningsih saat dikonfirmasi, Senin 26 Januari 2026.
Ia menyebutkan, sumber PAD pariwisata berasal dari retribusi destinasi wisata, pajak hiburan, hingga pendapatan lain yang terkait aktivitas pariwisata.
Namun, kontribusi terbesar belum datang dari destinasi wisata yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
“Pendapatan dari destinasi wisata milik Pemkab Batang hanya sekitar Rp277 juta sepanjang 2025,” katanya.
Padahal, berbagai momentum libur panjang telah dilewati sepanjang tahun.
BACA JUGA: Viral di Medsos, Kapibara 'Masbro' Kini Bisa Dilihat Langsung di Safari Beach Jateng Batang
BACA JUGA: DPRD Batang Iuran Logistik untuk Korban Banjir, Dapur Umum Jadi Prioritas
Libur Idul Fitri 2025, Natal dan Tahun Baru, hingga sejumlah hari libur nasional sempat diharapkan menjadi mesin pendongkrak PAD.
Apalagi, sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan kedua Kabupaten Batang setelah sektor industri.