Diduga dari Gunung Slamet, Kayu Gelondongan Banjiri Pantai Kramat Tegal

Diduga dari Gunung Slamet, Kayu Gelondongan Banjiri Pantai Kramat Tegal

ANGKUT KAYU - Sejumlah warga mengangkut kayu yang terbawa arus Sungai Gung pasca banjir bandang kawasan Objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa yang memenuhi Pantai Larangan, Munjung Agung, Kramat, Kabupaten Tegal, Minggu (25/1/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Ribuan gelondongan kayu berbagai ukuran dan jenis membanjiri dan menutup hampir seluruh bibir Pantai Larangan di Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Minggu (25/1/2026).

Fenomena tak biasa itu langsung menyedot perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong datang, mengangkut kayu menggunakan gerobak, motor, hingga pikulan.

Kayu-kayu tersebut diduga kuat berasal dari hulu Sungai Gung di kawasan lereng Gunung Slamet, tepatnya dari wilayah Objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, yang sehari sebelumnya dilanda banjir bandang dahsyat.

Arus sungai yang mengamuk diduga menyeret potongan kayu sisa penebangan dari kawasan hutan di hulu hingga bermuara di Pantai Larangan.

Pantai Larangan sendiri berada persis di sisi timur muara Sungai Gung. Aliran sungai yang menghubungkan kawasan pegunungan Guci hingga pesisir pantai itu kini menjadi “jalur pengantar” material kayu yang jumlahnya tak terhitung.

Pantauan di lokasi, warga tampak sibuk memilih kayu. Ada yang memotong di tempat, ada pula yang langsung mengangkut gelondongan utuh. Motifnya beragam, mulai dari dijual kembali hingga dimanfaatkan sebagai kayu bakar.

“Informasinya dari Guci, kebawa arus banjir. Saya ambil buat kayu bakar, buat tungku usaha katering,” ujar Ali Sodikin, warga setempat, sembari menunjuk tumpukan kayu di gerobaknya.

Menurut Ali, jenis kayu yang terdampar pun bukan kayu sembarangan.

“Ada meranti, cemara, mahoni, sengon, macam-macam. Ini bukan ranting kecil, tapi gelondongan besar,” ucapnya.

Ali meyakini kayu-kayu tersebut berasal dari kawasan hutan di lereng Gunung Slamet. “Soalnya keluarnya dari muara Sungai Gung. Hulunya ya di Guci,” imbuhnya.

Fenomena ini memunculkan ironi. Di saat sebagian warga di hulu dilanda bencana, di hilir justru muncul “berkah dadakan”.

“Ada musibah, tapi di sini malah dapat rezeki. Selain kayu, kemarin juga ada yang dapat pipa PVC, katanya dijual sampai Rp 1 juta,” ungkap Ali.

Warga lainnya, Warim, menyebut gelondongan kayu mulai berdatangan sejak Sabtu (24/1/2026) malam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait