Investasi Batang Melonjak, Retribusi PBG Tembus 144,5 Persen dan Jadi Mesin PAD

Investasi Batang Melonjak, Retribusi PBG Tembus 144,5 Persen dan Jadi Mesin PAD

Kepala DPMPTSP Batang, Margo Santosa--Bakti Buwono/ diswayjateng.id

BATANG, diswayjateng.com - Geliat investasi di Kabupaten BATANG menunjukkan tren positif dan berkelanjutan hingga memasuki tahun 2026.

Dua kawasan industri yang beroperasi di Batang dinilai menjadi magnet utama masuknya investor skala nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Margo Santosa, menegaskan investasi itu berpengaruh pada retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Yang kemudian perlu didorong adalah PBG, karena di situlah ada kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujar Margo, Jumat 9 Januari 2026.

BACA JUGA: Kabupaten Batang Tak Lagi UHC, Bagaimana Nasib Layanan Kesehatan Gratis?

BACA JUGA: Ketua Golkar Batang: Pilkada Tidak Langsung Sesuai UUD 1945

Data DPMPTSP Kabupaten Batang mencatat capaian menggembirakan sepanjang tahun 2025.Target retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ditetapkan sebesar Rp8,2 miliar.

Namun realisasi pendapatan justru melesat jauh melampaui target. Hingga akhir Desember 2025, realisasi retribusi PBG mencapai Rp11,84 miliar.

Capaian tersebut setara dengan 144,5 persen dari target yang ditetapkan. Margo menilai angka ini menjadi indikator kuat bahwa iklim investasi di Batang berjalan sangat baik.

“Ini patut kita syukuri, artinya investasi di Kabupaten Batang benar-benar bergerak,” tegasnya.

Jika dirinci, retribusi PBG terbesar berasal dari pembangunan tempat industri. Dari target Rp6,6 miliar, realisasi PBG sektor industri mencapai Rp9,6 miliar atau 145,5 persen.

BACA JUGA: KONI Batang Resmi Dilantik, Target 10 Besar Porprov Jateng 2026 Digaspol

BACA JUGA: Dana PMI Batang Capai Rp1,7 Miliar, Bupati Faiz Sindir Instansi yang Tak Target

Sementara itu, PBG tempat usaha juga mencatatkan kinerja impresif. Target Rp900 juta berhasil terealisasi Rp1,33 miliar atau 148 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait