Kunjungan Wisata Batang Melonjak, PAD Pariwisata Tak Tercapai Hanya 64,87 persen

Senin 26-01-2026,15:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Bupati Batang M Faiz Kurniawan bahkan berulang kali menegaskan peran strategis pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, termasuk dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Namun realisasi di lapangan menunjukkan, potensi tersebut belum sepenuhnya termonetisasi. Di sisi lain, data kunjungan wisata justru mencatat tren yang sangat positif.

Sepanjang 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Batang mencapai 1.500.686 orang. Angka ini melonjak sekitar 139 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.080.467 kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Batang, Ulul Azmi, menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting.

“Ini capaian luar biasa di awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini,” ujar Ulul saat ditemui di kantornya, Jumat 12 Desember 2026 lalu.

Ulul menjelaskan, puncak kunjungan wisata terjadi pada pertengahan tahun. Bulan Juli 2025 tercatat sebagai periode paling sibuk dengan 371.706 wisatawan.

Pada Juni, jumlah pengunjung mencapai 189.250 orang, sementara Agustus justru turun signifikan menjadi 64.409 pengunjung.

Lonjakan pada Juli dipengaruhi libur sekolah, cuti bersama, serta promosi pariwisata yang dinilai cukup masif.

“Perbaikan akses infrastruktur juga ikut mendorong meningkatnya mobilitas wisatawan,” jelas Ulul.

Menariknya, destinasi dengan jumlah pengunjung tertinggi bukan wisata alam. Wisata religi dan sejarah justru menjadi magnet utama wisata Batang.

Situs Syekh Maulana Maghribi di Desa Wonobodro tercatat sebagai destinasi paling banyak dikunjungi sepanjang 2025. Total kunjungan ke lokasi tersebut mencapai 533.046 wisatawan.

Ulul menilai, tingginya animo ini menunjukkan potensi besar wisata religi sebagai penopang pariwisata daerah.

Namun ia mengakui, pekerjaan rumah terbesar adalah menyelaraskan lonjakan kunjungan dengan peningkatan PAD.

“Kunjungan sudah tinggi, ke depan perlu evaluasi pola pengelolaan agar dampaknya terhadap PAD juga maksimal,” katanya.

Meski target dua juta kunjungan wisata belum tercapai, Disparpora Batang tetap optimistis. Lonjakan signifikan pada 2025 dinilai sebagai sinyal kebangkitan pariwisata Batang pasca-pandemi.

“Kami optimistis pariwisata Batang akan terus berkembang, tantangannya adalah menjaga momentum dan berinovasi,” pungkas Ulul.

Kategori :