KEK Batang Jadi Destinasi Wisata Industri Baru Lewat Industropolis Festival
Direktur Utama PT KITB Ngurah Wirawan di Industropolis Festival -ist-
BATANG, diswayjateng.com — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis BATANG mulai memantapkan diri sebagai destinasi wisata baru berbasis industri, budaya, dan ruang publik melalui penyelenggaraan Industropolis Festival.
Direktur KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyebut festival ini sebagai konser publik pertama yang digelar di dalam kawasan KEK sejak berdiri lima tahun lalu.
“Melalui Industropolis Festival, kami ingin menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya tumbuh sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai ruang publik dan destinasi pariwisata,” ujar Ngurah dalam keterangannya, Senin 9 Februari 2026.
Ia menambahkan, pendekatan pariwisata menjadi strategi penting agar masyarakat Batang merasa memiliki kawasan tersebut dan terlibat langsung dalam perkembangannya.
BACA JUGA: Musim Baratan, Puluhan Nelayan Batang Dilatih Perbaiki Mesin Kapal Satu Silinder
BACA JUGA: Bupati Batang Bakal Copot Kepala OPD Berapor Merah
“Kami berharap masyarakat semakin mencintai kotanya, merasa memiliki kawasan ini, dan tumbuh bersama KEK Industropolis Batang,” katanya.
Dari sisi konten, Industropolis Festival dirancang sebagai etalase budaya lokal yang menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan daerah.
Sejumlah pertunjukan seni tradisi Batang tampil di panggung festival, mulai dari KBBS Marching Pring, Bolodewa, hingga tari-tarian dari Sanggar Prastikasmara.
Penampilan Bondan Sanubari, Serempet Gudal, dan Tata Naluri Etnic Project memperkaya nuansa etnik yang menjadi identitas budaya Pantura Jawa Tengah.
BACA JUGA: Eduday DPRD Batang, Siswa MA Muhammadiyah Limpung Belajar jadi Wakil Rakyat
BACA JUGA: Periksa Kipas Kapal di Sungai Sambong, Nelayan Tradisional Batang Tewas Tenggelam
Puncak acara dimeriahkan oleh grup musik Guyon Waton yang sukses menghidupkan suasana dan menarik perhatian ribuan penonton dari berbagai kalangan usia.
Kehadiran hiburan populer tersebut menjadi magnet wisata yang memperluas segmentasi pengunjung, dari pecinta seni tradisi hingga generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: