Kondisi SDN Mencon Pati Merana, KBM Dipindahkan di Rumah Warga dan Balai Desa
SD Negeri Mencon Kabupaten Pati kondisi bangunannya sangat memprihatinkan sejak tiga tahun terakhir--
KUDUS, diswayjateng.com Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen kini gencar mengucurkan anggaran revitalisasi sekolah miliaran rupiah. Namun sayangnya, kondisi bangunan SD Negeri Mencon di Kabupaten Pati lolos dari pantauan Kemendikdasmen.
Sebab SD Negeri Mencon di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kondisi bangunannya sangat memprihatinkan sejak tiga tahun terakhir.
Dari pengamatan diswayjateng, dilaporkan hampir 90 persen bangunan kelas rusak. Parahnya lagi, ruangan kelas juga sudah ada yang roboh.
Karena kondisinya mengkhawatirkan menyangkut keselamatan nyawa para siswa SD setempat, aktifitas belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke tempat yang aman.
Pihak guru SD Mencon mengalihkan aktifitas belajar mengajar ke balai desa dan di rumah warga. 
Aktifitas belajar di SD Negeri Mencon Pati yang rusak dialihkan ke rumah warga--
Parahnya kondisi di SD Mencon, yakni terdapat satu ruangan yakni kelas ambruk. Penyebab robohnya tembok dan atap bangunan, karena diterjang hujan dan angin kencang belum lama ini.
Agar tidak menghambat aktifitas belajar mengajar, maka semua siswa kelas 1 dialihkan ke rumah Kepala Desa Mencon.
Kerusakan bangunan lainnya juga menimpa tiga ruang kelas lainnya. Meliputi ruang kelas 2,3 dan ruang kelas 4. Tampak bagian plafon ruangan berlubang.
Selain itu, bagian dinding ruang kelas juga retak dan menganga. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan para siswa di SD setempat.
"Ruang kelas 1 ambruk akibat bencana alam. Beruntung saat kejadian berlangsung, tidak ada aktifitas belajar mengajar di kelas, " ujar Kepala SD Negeri Mencon, Yasin Amin saat ditemui Sabtu (18/4/2026).
Yassin menyebut bahwa kondisi bangunan sekolah yang dipimpinnya tidak layak ditempati sejak tiga tahun ini.
"Hampir 90 persen bangunan SD Negeri Mencon rusak parah. Ada 4 ruang kelas yang telah dikosongkan, karena kondisinya tidak layak dan membahayakan siswa, " tutur Yassin.
Menurut Yasin, siswa kelas 1 terpaksa belajar di rumah kepala desa. Sedangkan siswa kelas 2 dan 3 di rumah warga, serta siswa kelas 4 di aula kantor Desa Mencon.
"Siswa kami ada sebanyak 80 anak, dengan tenaga pengajar sebanyak 13 orang, " imbuh Yassin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: