Di sisi lain, tuntutan ekonomi memaksa sebagian nelayan bersikap nekat.
“Kami tidak bisa melarang karena tuntutan ekonomi, nelayan itu kalau tidak berangkat ya tidak pegang uang,” kata Teguh.
Ia membandingkan kondisi nelayan dengan pekerja bergaji tetap.
“Nelayan itu penghasilannya murni dari hasil tangkapan, kalau tidak dapat ikan ya tidak ada pemasukan,” ujarnya.
Cuaca ekstrem nelayan Batang pun menjadi ujian tahunan yang selalu menyisakan cerita getir di kampung-kampung pesisir.
Di tengah ketidakpastian cuaca, harapan nelayan hanya satu, laut segera kembali bersahabat agar dapur tetap mengepul tanpa harus mengorbankan keselamatan.