Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Batang, 15 ABK Selamat Setelah Terapung 1,5 Jam
Korban KM Gajah Mada tenggelam didata oleh Polairud Polda Jateng, di TPI Wiradesa. Selasa (14/4/2026)--Polairud Polda Jateng
PEKALONGAN, diswayjateng.com – Sebuah kapal nelayan, KM Gajah Mada, dilaporkan tenggelam di perairan utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (14/4/2026) dini hari. Seluruh anak buah kapal (ABK) dan nakhoda berhasil selamat setelah sempat terombang-ambing di laut selama sekitar 1,5 jam.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Perikanan Batang pada pukul 01.30 WIB dengan membawa 14 ABK dan seorang nakhoda bernama Jumarno (48), warga Batang.
Komandan KP IX-1015 Dit Polairud Polda Jawa Tengah, Aipda Wahyoe Tri P, menjelaskan peristiwa itu terjadi saat kapal sedang beroperasi di laut.
"Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Batang, untuk mencari ikan sekitar 5 mil dari bibir pantai," ujar Aipda Wahyoe
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kapal awalnya bertolak menuju fishing ground di wilayah utara perairan Batang.
Namun sekitar jam 05.30 saat proses penarikan jaring, kapal diduga mengalami kemiringan dan mulai kemasukan air hingga akhirnya terbalik.
"Itu posisi sudah pagi hari. Kemungkinan karena mendapatkan ikan cukup banyak di jaring ikan, hingga terlalu berat untuk ditarik, membuat kapal jadi miring," tambanya.
Menyadari kondisi darurat, nakhoda bersama seluruh ABK langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung seadanya, termasuk ban dalam mobil.
"Para ABK menyelamatkan diri dengan pelampung dan juga ban dalam mobil," ujar Aipda Wahyoe.
Aipda Wahyoe Tri P menuturkan bahwa para korban kemudian terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih 1,5 jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh dua kapal nelayan yang melintas, yakni KM Jaya Makmur dan KM Aji Jaya yang berasal dari wilayah Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
"Mereka sempat terombang ambing sejam setengah, kebetulan pas ada dua kapal nelayan dari Wiradesa ke arah timur. Kemudian para ABK ini dibawa ke Pelabuhan Wiradesa," kata Wahyoe.
Setelah dievakuasi, seluruh korban dibawa menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Setibanya di darat, para korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas TPI dan Pos TNI AL setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam peristiwa ini, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta akibat tenggelamnya satu unit kapal perikanan KM Gajah Mada berkapasitas GT 10 milik Ahmad Kozim, warga Kendal Sekucing.
Adapun total korban yang selamat berjumlah 15 orang, terdiri dari satu nakhoda dan 14 ABK, di antaranya Jumarno (48), Waryanto (40), Kardi (40), Susanto (41), Rohani (30), Lukito (59), Wartono (25), Jepri (18), Joko Susilo (37), Tori (25), Supriyanto (24), Farud (31), Tono (60), Akhmad Farikin (38), dan Kasir (76).
Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi kejadian, melakukan assessment, berkoordinasi lintas instansi, serta memberikan pemeriksaan kesehatan kepada para korban melalui puskesmas setempat.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



