Bupati Witiarso Lega, Muhammadiyah dan NU Kompak Kawal Jepara Mulus

Rabu 16-04-2025,23:45 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Wawan Setiawan

JEPARA, diswayjateng.id- Dua organisasi Islam besar di Kabupaten Jepara yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menegaskan komitmen mereka bersinergi mendukung program-program prioritas Pemkab Jepara. 

Suntikan dukungan dari NU dan Muhammadiyah ini sangat penting, untuk menyukseskan visi misi Jepara yang maju, unggul, lestari, serta religius (Mulus). Pernyataan sikap itu terungkap, saat acara halalbihalal dan silaturahmi bersama di Pendopo Kartini.

Acara yang digelar rutin setiap Syawal ini, mempertemukan warga NU dan Muhammadiyah di Bumi Kartini. Selain itu, pemuka lintas agama, serta jajaran Pemkab Jepara dalam suasana penuh kehangatan. 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, KH Fahrurrozi pun mengapresiasi terselenggaranya kegiatan itu. Forum silaturahmi itu telah berlangsung hampir satu dekade. 

“Ini sudah berjalan hampir 10 tahun, meski sempat terhenti karena pandemi. Kami bangga dan berterima kasih atas dukungan Bapak Bupati, hingga bisa digelar kembali di pendopo dengan penuh keakraban,” ujar Fahrurrozi, Rabu (16/4/2025).

Fahrurrozi menjelaskan, tiga fokus utama gerakan Muhammadiyah di Jepara. Diantaranya pendidikan, sosial dan keagamaan. Karena itu, Muhammadiyah siap mendukung program Pemkab Jepara demi kemajuan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan. 

“Kami ingin membantu pemerintah mencerdaskan bangsa, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan memakmurkan masjid sebagai pusat pelayanan. Semua dilakukan tanpa mencari keuntungan, untuk seluruh warga Jepara,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut hangat sinergi antarormas Islam itu. Agenda halalbihalal sebagai cerminan budaya luhur bangsa yang perlu terus dijaga.

 Agenda ini, kata Witiarso, mencerminkan semangat persatuan dan komitmen bersama dalam membangun Jepara yang lebih baik. 

“Momentum halalbihalal ini menjadi bukti nyata bahwa tokoh-tokoh agama di Jepara bisa bersatu untuk mewujudkan Jepara yang adil, makmur, dan sejahtera,” ungkapnya.

Bupati Witiarso menyebut, forum ini menjadi langkah awal pemerintahan barunya bersama Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar). Meski baru menjabat dua bulan, ia merasa mendapat dukungan luar biasa dari para tokoh agama dan masyarakat setempat.

Tak lupa, Witiarso pun memaparkan sejumlah program strategis yang segera dilakukannya. Pihaknya menghidupkan kembali tradisi takbir keliling tanpa hiburan berlebihan. Selain itu, menertibkan peredaran miras dan menutup tempat hiburan saat Ramadan.

Tak hanya itu, program “Bupati Ngantor di Desa”, juga segera dimulai. Program ini untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menyelesaikan persoalan dari tingkat desa. 

“Melalui program Bupati Ngantor di Desa, kami ingin menyelesaikan persoalan langsung dari akar,” terangnya.

Sedangkan Wabup Gus Hajar menambahkan, dukungan dari NU dan Muhammadiyah sangat penting untuk menyukseskan visi misi Jepara yang maju, unggul, lestari, serta religius (Mulus). 

Kategori :