Dipusingkan Penanganan Sampah, Jepara Bangun TPST RDF Berkapasitas 100 Ton Per Hari

Dipusingkan Penanganan Sampah, Jepara Bangun TPST RDF Berkapasitas 100 Ton Per Hari

Pantai Tirta Samudera Bandengan Jepara kini terancam abrasi. --

JEPARA, diswayjateng.id- Pantai Tirta Samudera Bandengan JEPARA kini terancam abrasi. Melihat kondisi itu, kawasan pesisir ini menjadi salah satu fokus penghijauan. 

Di kawasan tersebut mulai ditanami pohon cemara laut dan pohon ketapang. Penanaman ini untuk menjaga ekosistem pantai setempat dari ancaman abrasi.

Tak hanya fokus dalam penanganan abrasi pantai, Kabupaten Jepara juga serius menangani sampah yang masih menjadi persoalan rumit. 

Sepanjang tahun 2023 hingga 2024, di Kabupaten Jepara dibangun 14 unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). 

Fasilitas TPS3R ini tersebar di berbagai wilayah di kabupaten yang juga dikenal sebagai Bumi Kartini. 

Selain itu, kapasitas pengolahan sampah terus ditingkatkan. Saat ini, lebih dari 28 ribu ton sampah per tahun berhasil diolah menjadi kompos dan bahan baku daur ulang. 
Aksi bersih bersih dan penanaman pohon di pesisir Pantai Bandengan Jepara. --

Mulai tahun 2026, Pemkab Jepara juga segera memperkuat kebijakan pengurangan residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

"Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sampah, " ujar Bupati Jepara Witiarso Utomo, usai menanam pohon di Pantai Bandengan. 

Tak hanya fokus pada pengurangan dan daur ulang, Jepara juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Witiarso mengaku telah melakukan pertemuan dengan investor pengolahan sampah menjadi energi, termasuk perusahaan teknologi lingkungan dari Tiongkok. 

"Kerja sama ini untuk mengolah residu menjadi energi terbarukan. Residu tidak lagi hanya ditimbun, namun juga diproses dengan teknologi,” tegasnya.

Jepara juga segara mendapatkan dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). 

Fasilitas baru pengolahan sampah ini berkapasitas 100 ton per hari, yang berasal dari hibah dari Kementerian PUPR. 

“Ini adalah langkah strategis. Tapi saya tegaskan, bahwa teknologi tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait