Fenomena Banjir Rob, BMKG: Masyarakat Pesisir Diimbau Waspada

Rabu 26-02-2025,09:20 WIB
Reporter : Nungki S Nurhidayanto
Editor : Laela Nurchayati

DEMAK, diswayjateng.id - Terhadap fenomena banjir rob yang masih melanda pantai utara (pantura) Jawa Tengah, masyarakat dihimbau agar selalu waspada terhadap peningkatan ketinggian air laut tersebut.

Menyikapi fenomena banjir rob tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Demak.  

Di mana menurut data fenomena banjir rob di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa Tengah berlaku tanggal 25 Februari 2025 diperkirakan pukul 17.00 - 20.00 WIB. 

“Mohon menjadi perhatian bagi wilayah pesisir yang biasa terdampak banjir Rob untuk dapat diantisipasi,” demikian bunyi imbauanya yang diterima Lingkar, Selasa 25 Februari 2025.

BACA JUGA:Waspada, BMKG Memprediksi Terjadi Banjir Rob Hingga 1 Meter di Pesisi Utara Jateng

BACA JUGA:Akibat Banjir RobPemkab Rencana Revalitasi Pasar Sayung 

Fenomena banjir rob disebabkan oleh adanya aktifitas pasang air laut dapat mempengaruhi dinamika pesisir di Wilayah Pantai Utara Jawa Tengah berupa banjir pesisir. 

“Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan," tulis himbauannya.

"Masyakarat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Banjir Pesisir serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” ujarnya. 

Seperti diketahui, bahwa Jalan Pantura di wilayah Sayung kerap menjadi langganan tergenangnya air rob, sehingga hal itu menjadi keluhan warga setempat maupun pengendara yang melintas. 

BACA JUGA:Banjir Rob di Demak Meluas, 21 Desa Berstatus Rawan Bencana

BACA JUGA:Bendung Gerak Pekalongan Resmi Diuji Coba, Kendalikan Banjir Rob dengan Sistem Canggih

“Pas kemarin saya lewat itu rob tapi memang sedikit, kalau nggak hujan biasanya aman, nggak parah. Ada informasi itu, wah kacau kalau lewat sana, pasti nambah tinggi dan macet. Harapanya segera bisa ditangani secepatnya,” ujar salah seorang pengendara, Nurhidayanto. 

Dalam hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak telah berupaya mengatasi bencana rob yang terjadi di wilayah pesisir Demak dengan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. 

Banjir rob tidak hanya menggenangi jalan pantura namun juga pemukiman warga, mitigasi bencana diperlukan dan masyarakat diminta untuk waspada.

Fenomena Banjir Rob di Kabupaten Demak

Seperti yang pernah diberitakan diswayjateng.id sebelumnya, bahwa rob  masuk ke pemukiman warga, jalan pantura pun tergenang di sekitar Kecamatan Sayung dengan tinggi 40 cm.

BACA JUGA:21 TPS Rawan Banjir Rob, KPU Kota Pekalongan Siapkan Skenario Saat Pilkada 2024

BACA JUGA:Pemkab Pemalang Anggarkan Rp15 M untuk Atasi Banjir Rob 

Di mana  genangan air dari rob tersebut terlihat mempersulit akses transportasi sehingga menyebabkan banyak sepeda motor roda dua mogok di tengah genangan air. 

Genangan air rob  tidak hanya di jalan nasional, banjir akibat rob juga merendam permukiman di empat kecamatan, yaitu Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.

Terkait hal tersebut Bupati Demak, Eisti’anah, telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 360.2/826 Tahun 2024 tentang status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Dalam SK tersebut disebut sejumlah desa dengan potensi terdampak bencana telah dipetakan, seperti Desa Gempol Songo (Mijen) dengan potensi tanggul kritis, Desa Jatisono (Gajah) dengan potensi tanggul jebol, hingga Desa Banyumeneng (Mranggen) yang bisa berpotensi tanggul longsor dan ambles.

 

 

Kategori :