Jembatan Desa Klumpit Pati Ambrol, Ratusan Warga Nyaris Terisolir

Jembatan Desa Klumpit Pati Ambrol, Ratusan Warga Nyaris Terisolir

Warga terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu usai ambrol tergerus banjir. --

PATI, diswayjateng.id_ Ambrolnya jembatan utama penghubung Dukuh Bongkar, Desa Klumpit Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, membuat akfitas warga kampung setempat nyaris terisolir. 

Amblasnya jembatan tersebut terjadi akibat diterjang banjiir pada pertengahan Januari lalu. Kondisi itu sempat menghambat urat nadi sosial dan ekonomi warga. 

Merespon kesulitan yang dialami warga desa setempat, Polresta Pati menginisiasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Awal pembangunan dilakukan dengan kegiatan ground breaking di jembatan penghubung Dukuh Bongkar, Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. 

Kegiatan ini dipimpin Kapolresta Pati Jaka Wahyudi. Rencana pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memulihkan urat nadi sosial dan ekonomi warga. 

“Jembatan ini adalah akses hidup masyarakat. Ketika terputus, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan ikut terhambat,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Ia menjelaskan, jembatan sebelumnya roboh akibat banjir besar pada Januari lalu. Sebelum ambrol, kondisi konstruksi jembatan memang sudah tua dan tidak sesuai spesifikasi. 

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan, jembatan darurat dari bambu sangat berisiko bagi keselamatan warga. Karena itu, pembangunan permanen menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Merah Putih. Presisi ini, merupakan dukungan terhadap program nasional pemerataan infrastruktur di wilayah Pati. 
Tahapan ground breaking pembangunan jembatan Merah Putih presisi di Pati. --

Pembangunan jembatan permanen dengan panjang 15 meter dan lebar 6 meter ini, kata Jaka, akan memangkas jarak tempuh warga secara signifikan. 

“Dari yang sebelumnya harus memutar 20–30 kilometer atau sekitar 30 menit, nanti cukup 10 menit. Ini dampaknya sangat besar bagi aktivitas harian warga,” ungkap Kapolresta.

Kombes Pol Jaka Wahyudi juga menekankan nilai kemanusiaan dalam pembangunan tersebut. Ia memastikan proses pembangunan jembatan diawasi, agar berjalan sesuai rencana dan standar keselamatan.

“Kami berkomitmen mengawal pembangunan ini hingga selesai, transparan, dan tepat waktu. Ini adalah amanah untuk masyarakat,” kata Kapolresta menegaskan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait