Dinas Sosial Kabupaten Tegal Lakukan Assesmen Warga Terdampak Angin Kencang

Jumat 15-03-2024,13:13 WIB
Reporter : Hermas Purwadi
Editor : Rochman Gunawan

DISWAYJATENG, SLAWI - Proses assesmen dilakukan secara maraton oleh Bidang Linjamsos dan  Kebencanaan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal. Terhadap warga yang terdampak bencana alam puting beliung dan angin kencang. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Iwan Kurniawan melalui Kabid Linjamsos dan Kebencanaan M Agus Fauzan menyatakan, assesmen dilakukan di 3 desa. Yakni Kaladawa, Dukuh Malang dan Brekat.

Dari hasil assesmen diperoleh data  untuk Desa Kawadawa tercatat 172 rumah warga terdampak termasuk  Puskesmas Kaladawa. 

BACA JUGA:SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal Adakan Edutrip ke Semarang

"Untuk Dukuhmalang terdapat 40 rumah warga terdampak dan Brekat ada 5 rumah warga," ujarnya, Jumat 15 Maret 2024.

Sebelumnya sempat dilakukan rembug bersama di aula BPBD sebelum dilanjutkan tinjauan pada desa terdampak. Rembug di BPBD dihadiri Dinsos, Dinas PUPR, PMI , Baznas dan BPBD. Sebagai tuan rumah dan turut dihadiri Kadinkes, khsusunya dalam memberikan assesmen untuk Puskesmas Kaladawa. 

Pihaknya juga menyerahkan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana. Dibantu Tagana memberikan bantuan logistik kebutuhan dasar berupa paket sembako, kasur lipat dan makanan siap saji. 

BACA JUGA:Satbinmas Polres Tegal Gencarkan Pembinaan dan Penyuluhan Operasi Keselamatan Lalu Lintas

"Pemberian bantuan diberikan langsung kepada warga terdampak," ungkapnya.

Menurutnya, bencana dalam Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. 

Yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia. Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

BACA JUGA:Pj Bupati Tegal Awali Tarawih dan Silaturahim Putaran Pertama Di Desa Jatilawang

"Bencana terjadi di luar kendali kita. Upayakan mempersiapkan diri, keluarga, dan komunitas di sekitar sebagai antisipasi ancaman bencana alam. Siaga bencana diharapkan dapat meminimalisir korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur bangunan," tegasnya. (adv)

Kategori :