Disdikbud Kabupaten Tegal Pastikan Pendidikan Anak Terdampak Bencana Tetap Terjamin

Disdikbud Kabupaten Tegal Pastikan Pendidikan Anak Terdampak Bencana Tetap  Terjamin

CURHAT- Plt Kepala Dinas Dikbud mendengarkan curhatan warga Desa Padasari terkait keberlanjutan sekolah anaknya.--

SLAWI , diswayjateng.com - Bencana yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tidak hanya menyisakan kerusakan fisik. Tetapi juga kegelisahan mendalam bagi warga, terutama terkait masa depan pendidikan anak-anak mereka. Menanggapi hal ini, Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal memastikan pendidikan anak-anak terdampak tetap terjamin. 

Hal itu tergambar jelas dalam  Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto SE MM, ke lokasi terdampak. Di sela peninjauan di SD Negeri Padasari 01, suasana haru pecah ketika seorang warga, Wasmuri, menyampaikan kegelisahannya dengan nada bergetar.

Di hadapan rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ia mempertanyakan keberlanjutan pendidikan anak-anaknya di tengah kondisi desa yang porak-poranda akibat bencana.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto SE MM menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar meninjau kerusakan bangunan sekolah, tetapi juga memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin.

“Saya datang ke sini ingin melihat langsung kondisinya seperti apa, sekaligus memastikan pendidikan putra-putri warga Padasari tetap berjalan,” ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar meninjau kerusakan bangunan sekolah, tetapi juga memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin.“Saya datang ke sini ingin melihat langsung kondisinya seperti apa, sekaligus memastikan pendidikan putra-putri warga Padasari tetap berjalan,” terangnya.

Winarto menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan anak-anak korban bencana kehilangan akses pendidikan.

“Tenang mawon, mboten bakal mandek. Pendidikan anak-anak tetap berjalan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke lembaga pendidikan terdekat.

“Sementara, kita sekolah di MDTA Al-Khairiyyah, Rumiyin. Ini solusi darurat agar anak-anak tetap belajar. Yang penting sekarang proses belajar jalan dulu, jangan sampai berhenti,” jelasnya.

Lebih lanjut, Winarto menyampaikan bahwa relokasi sementara tersebut telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

Winarto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun kembali sarana pendidikan di wilayah terdampak.

“Ke depannya, insya Allah, sekolah yang terdampak akan mendapatkan bantuan dan dibangun kembali,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait